Vaksin Untuk Orang Yang Berpuasa

Bolehkah Vaksin Saat Puasa

Puasa Ramadhan memiliki arti yang sangat dalam bagi seorang mukmin, terutama untuk mendulang pahala sebesar mungkin sesuai dengan janji Allah Subhanahu Wata’ala dalam hadis Qudsi, “Semua amalan anak cucu Adam untuknya kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku, dan Aku yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari: 1904 dan Muslim: 1151). Oleh karena itu, seorang mukmin sangat berhati-hati sekali menjaga puasanya tersebut supaya tidak batal atupun berkurang nilai pahalanya. Namun demikian, di tengah gencarnya usaha pemerintah memberikan vaksin covid-19 sebagai salah satu langkah untuk mengurangi penyebaran virus tersebut, ada sedikit ganjalan dalam hati…

Baca Selengkapnya...

Penjelasan Mengenai Al-Qur’an dan Ar-Ru`yah (Melihat Allah)

Penjelasan Mengenai Al-Qur'an dan Ar-Ru`yah

Al-QUR`ĀN Al-Qur`ān adalah kalām (perkataan/firman) Allah. Allah Ta’ālā berfirman, “Dan jika di antara kaum musyrikin ada yang meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah agar dia dapat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah dia ke tempat yang aman baginya. (Demikian) itu karena sesungguhnya mereka kaum yang tidak mengetahui.” (QS. At-Taubah: 6) Dan Nabi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda ketika beliau menawarkan dirinya kepada kabilah-kabilah pada musim haji, “Adakah seorang laki-laki yang mau membawaku ke kaumnya, karena sesungguhnya Quraisy menghalangiku untuk menyampaikan firman Tuhanku.” (HR. Lima ahli hadis)([1]) Al-Qur`ān adalah firman hakiki Allah Ta’ālā,…

Baca Selengkapnya...

Standar Kemuliaan Manusia Di Sisi Allah

Standar Kemuliaan Manusia Di Sisi Allah

Apakah Anda pernah berpikir, apakah Allah menilai kemuliaan suatu manusia berdasarkan fisik atau hartanya? Atau, bagaimana cara Allah menilai seberapa mulia seseorang di hadapan Allah? Apakah dengan harta dan fisiknya? Ataukah dengan amalannnya? Kita akan membahas hal tersebut pada artikel kali ini Hadis Allah tidak menilai kemuliaan suatu hamba berdasarkan harta ayaupun fisiknya, namun Allah menilai kemulian suatu hamba berdasarkan hati dan amalan dari hamba tersebut, apakah ia ikhlas pada amalannya, ataukah ia riya? Hanya Allah yang mahatahu Berikut dalil yang menunjukkan bahwa Allah menilai suatu hamba bukan dari fisik…

Baca Selengkapnya...

Rasulullah Menawarkan Islam ke Setiap Suku dan Perorangan

Rasulullah Menawarkan Islam Ke Setiap Suku Dan Perorangan

Menawarkan Islam ke Setiap Suku dan Perorangan Pada bulan Żul Qa’dah tahun ke-10 kenabian Rasulullah ﷺ kembali ke Mekkah dan bersiap-siap mendakwahkan Islam ke setiap suku dan ke setiap orang, karena sebentar lagi akan datang musim haji di mana banyak orang yang berdatangan ke Mekkah dari berbagai penjuru untuk menunaikan haji. Dakwah Rasulullah ﷺ kepada setiap suku mengalami  penolakan total. Namun dakwah ke perorangan, sebagiannya mendapat sambutan yang baik. Beberapa orang langsung menyatakan keimanannya, di antaranya adalah Abu Żar Al-Gifārī raḍiyallāhu ‘anhu. Enam Orang Pelopor dari Madinah. Pada musim haji…

Baca Selengkapnya...

Pengertian, Hukum, dan Contoh Nun dan Mim Musyaddadatain

Hukum-Hukum Nun Dan Mim Musyaddadatin

Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas tentang hukum-hukum nun sakinah dan tanwin, dan juga hukum-hukum mim sakinah. Kali ini kita akan membahas tentang nun dan mim musyaddadatain. Pengertiannya Nun dan mim musyaddadatain adalah: 2 (dua) huruf hijaiyah (huruf mim dan huruf nun) yang di tasydidkan di tengah kalimat ataupun di ujungnya. Jadi, pembahasan kita kali ini adalah tentang dua huruf yang bertasydid, yaitu huruf mim dan huruf nun. Kedua huruf bertasydid tersebut bisa jadi terdapat di tengah kata ataupun di akhir kata. Tidak ditemukan posisinya bertasydid di awal kata. Contoh…

Baca Selengkapnya...

Cara Menentukan Awal Puasa Ramadan

Cara Menentukan Awal Waktu Puasa Ramadan

Berpuasa di bulan Ramaḍan merupakan salah satu ibadah yang sangat sakral dan merupakan salah satu rukun Islam. Menjelang datangnya bulan Ramaḍan, sebuah permasalahan yang sering diperdebatkan oleh masyarakat muslim adalah terkait bagaimana kita menentukan awal puasa Ramaḍan dan juga menentukan akhirnya sekaligus menentukan awal Syawal. Dalam hal ini, masyarakat kita terbagi menjadi dua kelompok, karena ada dua metode yang dipakai oleh masyarakat Indonesia dalam menentukan awal bulan, yaitu rukyat (melihat) hilal, dan metode hisab. Masing-masing metode ini dipakai oleh dua ormas besar Islam di Indonesia, disamping juga ormas-ormas lainnya. Ormas…

Baca Selengkapnya...

Tafsir Surah Al-Munafiqun Ayat 5-8

Tafsir Surah Al-Munafiqun Ayat 5-8

Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas tafsir ibnu katsir pada surah Al-Munāfiqūn dari ayat 1-4, kali ini kita akan membahas tafsir surah Al-Munāfiqūn Ayat 5, 6, 7, dan 8. Ayat dan Artinya وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا۟ يَسْتَغْفِرْ لَكُمْ رَسُولُ ٱللَّهِ لَوَّوْا۟ رُءُوسَهُمْ وَرَأَيْتَهُمْ يَصُدُّونَ وَهُم مُّسْتَكْبِرُونَ “Dan apabila dikatakan kepada mereka: Marilah (beriman), agar Rasulullah memintakan ampunan bagimu, mereka membuang muka dan kamu lihat mereka berpaling sedang mereka menyombongkan diri.” سَوَآءٌ عَلَيْهِمْ أَسْتَغْفَرْتَ لَهُمْ أَمْ لَمْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ لَن يَغْفِرَ ٱللَّهُ لَهُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْفَٰسِقِينَ “Sama…

Baca Selengkapnya...

Iman Kepada Takdir

Iman Kepada Takdir

IMAN KEPADA TAKDIR Yaitu keyakinan yang kuat bahwa Allah Ta’ālā telah menentukan takdir semua makhluk dengan ilmu-Nya yang azali, menuliskannya di Lauḥ Maḥfūẓ, merealisasikannya sesuai dengan kehendak-Nya, dan menjadikan-Nya dengan kekuatan-Nya. Allah Ta’ālā berfirman, “Sungguh, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.” (QS. Al-Qamar: 49).   Juga berfirman, “Dan Dia menciptakan segala sesuatu lalu menetapkan ukuran-ukurannya yang tepat.” (QS. Al-Furqān: 2) Di antara hal-hal yang termasuk dalam iman kepada takdir adalah: Pertama: Iman kepada Ilmu Allah Ilmu Allah yang azali, abadi, meliputi segala sesuatu secara global dan terperinci, terkait segala sesuatu…

Baca Selengkapnya...

Kisah Rasulullah ﷺ Berdakwah Ke Ṭaif

Kisah Rasulullah ﷺ Berdakwah Ke Ṭaif

Fase Ketiga, Memperluas Dakwah Ke Luar Mekkah Setelah sebelumnya kita membahas fase pertama dan kedua dari dakwah Rasulullah ﷺ, yaitu fase dakwah sirriyah dan dakwah jahriyyah, kali ini kita akan membahas fase ke tiga dari dakwah Rasulullah ﷺ, yaitu Rasulullah ﷺ memperluas dakwahnya ke luar Mekkah. Berdakwah Ke Ṭaif Pada tahun ke-10 kenabian, bulan Syawal, Rasulullah ﷺ didampingi oleh Zaid bin Hariṡah berangkat menuju Ṭaif. Setiap kali beliau melewati suatu perkampungan, beliau sampaikan dakwah Islam kepada mereka. Namun tidak ada satupun yang menerimanya. Setibanya di Ṭaif, Rasulullah ﷺ menemui tokoh-tokoh…

Baca Selengkapnya...

Ketika Arang Terorisme Kembali Dicorengkan Ke Wajah Islam

Ketika Arang Terorisme Kembali Dicorengkan ke Wajah Islam

Beberapa hari terakhir, negara kita yang tercinta kembali dihebohkan dengan peristiwa menyedihkan yang dilakukan oleh tangan-tangan tidak bertanggung jawab. Mereka melakukan bom bunuh diri di sebuah gereja, kota Makasar, Sulawesi Selatan. Melakukan perbuatan bunuh diri dengan bom itu sendiri, apapun motif dan latar belakangnya, merupakan perbuatan tercela yang dilarang dalam Islam, dan pelakunya diancam dengan siksaan yang berat di akhirat nanti. Namun, yang ingin saya soroti saat ini adalah ketika berbagai media, baik cetak maupun elektronik, berlomba-lomba untuk memberitakannya disertai dengan analisa dan bumbu-bumbu yang belum pasti kebenarannya. Dan seperti…

Baca Selengkapnya...