Beberapa Adab Saat Akan Keluar Rumah

Adab keluar rumah

Hadis

Di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmizi dan Imam Abu Dawud di bawah ini terdapat bimbingan dari Rasulullah ﷺ kepada kita terkait beberapa adab dan doa saat akan keluar dari rumah, yang sangat besar faedahnya.

عن عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال: قال رسول الله ﷺ: لو أنَّكم كنتُم توَكلونَ علَى اللهِ حقَّ توَكلِه لرزقتُم كما يرزقُ الطَّيرُ تغدو خماصًا وتروحُ بطانًا

Dari Umar bin Khaṭṭāb raḍiyallāhu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, “Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, maka kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung yang diberikan rezeki. Dia pergi dalam keadaan lapar, dan pulang dalam keadaan kenyang.” (HR. Tirmizi)

عنْ أنس بن مالك رضي الله عنه أن النبي ﷺ قَالَ: مَنْ قَالَ -يعنِي إِذَا خَرَج مِنْ بيْتِهِ- بِسْم اللَّهِ توكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، وَلا حوْلَ وَلا قُوةَ إلاَّ بِاللَّهِ، يقالُ لهُ وَكُفِيت ووُقِيتَ وتنحَّى عَنْهُ الشَّيْطَانُ

”Dari Anas bin Malik raḍiyallāhu ‘anhu bahwasanya Nabi ﷺ bersabda, “Siapa yang berkata -yakni saat ia keluar dari rumah- bismillāhi tawakkaltu ‘alallāhi, lā ḥaula walā quwwata illā billāhi (Dengan menyebut nama Allah, aku bertawakal kepada-Nya. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan kekuatan-Nya), maka akan dikatakan kepadanya, engkau telah dicukupkan, dan engkau telah dijaga, dan setan akan menjauh darinya.” (HR.Abu Dawud dan Tirmizi)

Biografi Perawi Hadis

Umar bin Khaṭṭāb

Nama beliau adalah Umar bin Khaṭṭāb bin Nufail Al-Qurasyi, Abu Ḥafs, Amirulmukminin. Beliau masuk Islam di Makkah. Rasulullah ﷺ bersabda, “Saat aku tertidur, aku melihat manusia diperlihatkan kepadaku dengan memakai pakaian. Di antara mereka ada yang pakaiannya sampai hingga dada mereka, dan di antara mereka ada yang kurang dari itu. Dan juga diperlihatkan kepadaku Umar, dia memakai pakaian yang sangat panjang. Kemudian mereka (para sahabat) berkata, “Apa arti mimpi tersebut menurutmu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Agama.” (HR. Bukhari)

Dan Rasulullah ﷺ juga bersabda, “Saat aku tertidur, aku melihat ada bejana dibawakan sebuah bejana. Di dalam bejana tersebut terdapat susu, lalu aku meminumnya, sampai-sampai aku melihat kesegarannya mengalir di kuku-kukuku. Kemudian aku memberikan sisanya kepada Umar bin Khaṭṭāb.” Kemudian mereka (para sahabat) berkata, “Apa arti mimpi tersebut menurutmu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ilmu.”

Umar bin Khaṭṭāb raḍiyallāhu ‘anhu juga merupakan orang yang pertama-tama administrasi pemerintahan secara tertulis. Beliau termasuk orang yang sangat takut kepada Allah, sehingga bekas air matanya karena menangis tersebut meninggalkan dua garis hitam di wajahnya. Beliau juga orang yang tegas, tidak takut celaan dalam menegakkan agama Allah. Ibnu Mas’ud raḍiyallāhu ‘anhu berkata, “Kami senantiasa merasa punya izah (harga diri) semenjak Umar masuk Islam.”

Umar bin Khaṭṭāb raḍiyallāhu ‘anhu meninggal karena dibunuh pada akhir bulan Zulhijjah tahun 23 H, ketika itu beliau sudah berumur 63 tahun. Beliau dimakamkan di samping Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar raḍiyallāhu ‘anhu di kamar Aisyah Umar bin Khaṭṭāb raḍiyallāhu ‘anhā.

Anas Bin Mālik

Beliau adalah sahabat yang mulia dengan nama lengkap Anas bin Mālik bin An-Naḍir Al-Ansāri. Beliau diberi kun-yah (gelar) Abu Hamzah oleh Rasulullah ﷺ. Ibunya adalah Ummu Sulaim binti Milḥān. Beliau menemani Nabi ﷺ dengan sebaik-baiknya, dan melayani Nabi ﷺ selama 10 tahun, mulai dari Nabi ﷺ berhijrah ke Madinah hingga beliau wafat.

Nabi ﷺ pernah mendoakannya, “Ya Allah, perbanyaklah hartanya dan anaknya, dan masukkanlah ia ke dalam surga.” Anas berkata, “Aku telah melihat 2 (doa Nabi ﷺ dikabulkan), dan aku mengharapkan yang ketiga.” (HR.Muslim)

Dan dari Anas bin Sirin ia berkata, “Anas adalah adalah orang yang paling baik salatnya.”

Anas bin Mālik raḍiyallāhu ‘anhu meninggal pada tahun 93 H di Basrah, dan pada saat itu beliau berumur 107 tahun.

Istilah-Istilah

Tawakal maksudnya tindakan seorang hamba menyandarkan segala urusannya, baik urusan dunia maupun urusan akhirat, kepada Allah semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya.

Makna dan Faedah Yang Dapat Diambil Dari Hadis

  1. Bertawakal kepada Allah adalah salah satu sifat orang mukmin. Dengan tawakal maka kita akan mendapatkan ketenangan jiwa dan kelapangan hati. Allah berfirman:

وَعَلَى ٱللَّهِ فَتَوَكَّلُوٓا۟ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

“Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman. (Al-Mā`idah: 23)

Allah juga berfirman:

وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ

“Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. (At-Talāq: 3)

  1. Tindakan tawakal kita kepada Allah termasuk salah satu penyebab terbesar yang dapat mendatangkan rezeki. Perhatikanlah burung-burung kecil yang terbang pergi dari sarangnya setiap pagi untuk mencari rezeki dari Allah, dan ketika burung tersebut pulang maka perut-perut mereka telah penuh.
  2. Tawakal kita kepada Allah di dalam mencari rezeki mengharuskan kita untuk berusaha dan bersungguh-sungguh untuk mencarinya.
  3. Siapa yang meninggalkan usaha dan tidak mengambil sebab-sebab yang dapat mendatangkan rezeki maka berarti dia tidak bertawakal. Tindakan seperti ini menyelisihi sunnah-sunnah Allah di alam semesta ini.
  4. Allah akan menjaga kita ketika kita senantiasa membaca doa yang telah diajarkan oleh Nabi ﷺ saat keluar dari rumah.
  5. Di antara buah tawakal kepada Allah adalah:
    • Allah akan mencukupkan apa yang engkau inginkan, dan menjauhkanmu dari seluruh keburukan.
    • Ketenangan dan kelapangan hati.
    • Mewujudkan keimanan.
    • Termasuk sebab yang paling kuat untuk mendapatkan manfaat dan menjauhkan diri dari keburukan.
  6. Perhatikanlah kisah Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar raḍiyallāhu ‘anhu ketika mereka berada di gua, dan orang-orang kafir Quraisy mencari mereka berdua untuk membunuh mereka. Maka Abu Bakar raḍiyallāhu ‘anhu berkata, “Wahai Rasulullah! Jika salah seorang di antara mereka melihat tempat kedua kakinya maka ia akan melihat kita.” Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda yang artinya, “Apakah pendapatmu dengan dua orang yang Allah menjadi yang ketiganya? Sesungguhnya Allah ada bersama kita.”
  7. Terdapat beberapa perkara yang dapat menghilangkan tawakal kita kepada Allah, maka berhati-hati lah agar tidak terjerumus padanya, di antara perkara tersebut adalah perbuatan orang-orang jahiliyah dahulu seperti taṭayyur (menggantungkan nasib dengan arah gerak burung), tasyā`um (menganggap sial/pesimis karena melihat benda atau tindakan tertentu), tidak rida, sombong dan takjub kepada dirinya sendiri.

Kesimpulan

Dari uraian di atas, dapat kita simpulkan beberapa adab yang dianjurkan saat akan keluar rumah, yaitu:

  • Bertawakal kepada Allah
  • Yakin dengan rezeki yang sudah ditentukan oleh Allah untuk kita masing-masing tanpa perlu iri dengan rezeki yang didapat orang lain
  • Membaca doa-doa yang disunnahkan ketika akan keluar rumah
  • Menjauhi perbuatan-perbuatan jahiliah yang dilarang dalam agama
  • Berusaha maksimal dalam mencari rezeki yang halal

Semoga pembahasan kali ini tentang “Beberapa Adab Keluar Dari Rumah” bermanfaat.

Seberapa baik artikel ini?

Klik pada bintang untuk memberi peringkat!

Penilaian rata-rata 0 / 5. Jumlah suara: 0

Jadilah yang pertama menilai artikel ini.

Karena Anda menilai artikel ini bermanfaat ...

Mohon bagikan artikel ini!

Kami mohon maaf karena Anda tidak terlalu menyukai artikel ini!

Kami akan berusaha meningkatkan artikel ini

Bagaimana kami dapat meningkatkan artikel ini?

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar