Berkasih Sayang dengan Binatang

2 menit waktu membaca

Daftar Isi

Sesungguhnya kehidupan binatang mirip dengan kehidupan manusia. Binatang-binatang juga memiliki kekhususan, tabiat, dan perasaan yang mirip -pada sebagian besar keadaan- dengan manusia. Allah Ta’ālā berfirman:

وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّا أُمَمٌ أَمْثَالُكُم ۚ مَّا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِن شَيْءٍ ۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ

Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.” (Qs. Al-An’am: 38).

Jika manusia berkasih sayang dengan manusia lainnya akan mendapatkan pahala, maka kasih sayang seorang manusia kepada binatang juga akan mendapat ganjaran pahala dari Allah, bahkan bisa jadi Allah akan memasukkannya ke dalam surga, sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi Muhammad ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam:

بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِي بِطَرِيْقٍ اشْتَدَّ عَلَيْهِ الْعَطَشُ، فَوَجَدَ بِئْراً فَنزَلَ فِيْهَا فَشَرِبَ، ثُمَّ خَرَجَ فَإِذَا كَلْبٌ يَلْهَثُ يَأْكُلُ الثَّرَى مِنَ الْعَطَشِ، فَقَالَ الرَّجُلُ : لَقَدْ بَلَغَ هَذَا الْكَلْبُ مِنَ الْعَطَشِ مِثْلَ الَّذِي كَانَ قَدْ بَلَغَ يِّي، فَنَزَلَ الْبِئْرَ فَمَلَأَ خُفَّهُ ثُمَّ أَمْسَكَهُ بِفِيْهِ فَسَقَى الْكَلْبَ، فَشَكَرَ اللَهُ لَه فَغَفَرَ لَه ، قَالُوا: يَا رَسُوْلَ اللِه إِنَّ لَنَا فِي الْبَهَائِم أَجْراً ؟ فَقَالَ: فِي كُلِّ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ

“Suatu ketika ada seorang laki-laki berjalan di suatu jalan, ia sangat kehausan, lalu ia menemukan sebuah sumur, kemudian turun ke dalamnya lalu minum. Setelah itu ia pun keluar.

Tiba-tiba ada seekor anjing mengulur-ulurkan lidahnya sambil memakan tanah karena hausnya, Orang itu berkata dalam hati, ‘Sungguh anjing ini telah kehausan sebagaimana yang saya alami tadi.’

Ia pun turun lagi ke dalam sumur lalu mengisi sepatunya dengan air, kemudian menggigit sepatu itu dengan mulutnya. Kemudian ia memberikan minum pada anjing tersebut. Allah Ta’ālā pun berterima kasih padanya dan memberikan pengampunan padanya.

Para sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah, apakah kita juga memperoleh pahala (karena menolong) binatang?’

Beliau ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Dalam setiap makhluk yang memiliki hati yang basah (masih hidup) ada pahalanya.” (HR. Bukhari no. 168, 2190, 2286 dan 5550; Muslim no. 4162; Abu Daud no. 2187; Ahmad no. 8519, 10281 dan 10334).

Sebagaimana berkasih sayang kepada binatang dapat menyebabkan pelakunya dimasukkan ke dalam surga, maka kekerasan yang dilakukan kepada binatang terkadang juga dapat menyebabkan pelakunya dimasukkan ke dalam neraka, sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi Muhammad ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam:

دَخَلَتِ امْرَأَةٌ النَّارَ فِي هِرَّةٍ رَبَطَتْهَا فَلم تطعمهَا وَلمْ تدعهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الأَرْضِ

“Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing, ia mengikatnya namun ia tidak memberikannya makan, dan ia juga membiarkannya untuk memakan serangga bumi.” (HR. Muslim).

Wallahu a’lam biṣṣawāb

Ditulis oleh Ustaz Muhammad Adam
Diambil dari website: mutiaradakwah.com
Share on print
Print Artikel

Berlanggan Artikel Mutiara Dakwah

Berlangganlah secara gratis untuk mendapatkan email artikel terbaru dari situs ini.

Cari Artikel

Generic selectors
Kata yang sama persis
Kata yang ada di judul
Kata yang ada di artikel
Filter Berdasarkan Kategori
Akhlak
Akidah
Al-Qur'an
Bahasa
Fatwa Ulama
Fikih
Hadis
Muamalah
Nasihat
Sirah
Tafsir
Tajwid

Cari Kategori

Sosmed

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Tambahkan Komentar

Artikel Terkait

6 Keadaan Yang Diperbolehkannya Gibah
Muhammad Abduh Tuasikal, S.T., M.Sc.

6 Keadaan Yang Diperbolehkannya Gibah

Menceritakan aib orang lain tanpa ada hajat sama sekali, inilah yang disebut dengan gibah. Karena gibah artinya membicarakan ‘aib orang lain sedangkan ia tidak ada di saat pembicaraan. Aib yang

Baca Selengkapnya »
Apa Itu Gibah?
Muhammad Abduh Tuasikal, S.T., M.Sc.

Apa Itu Gibah?

Pengertian Gibah Gibah itu termasuk dosa besar. Namun perlu dipahami artinya. عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ: أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ؟ قَالُوا: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ:

Baca Selengkapnya »

Apakah Anda Ingin Meningkatkan Bisnis Anda?

Tingkatkan dengan cara beriklan

Formulir anda berhasil dikirim, terimakasih

join mutiara dakwah

Subscribe agar anda mendapatkan artikel terbaru dari situs kami

join mutiara dakwah

Subscribe agar anda mendapatkan artikel terbaru dari situs kami

Mengkhatamkan Al-Qur`an Sebulan Sekali Pelajari Adab Sebelum Ilmu Kenapa Kita Harus Belajar Fikih Muamalat? Tata Cara Wudhu Yang Benar Pembagian Tauhid dan Maknanya Hukum Belajar Bahasa Inggris Kisah Rasulullah Hijrah Ke Madinah Mengajak Orang Lain Berbuat Baik, Tapi Lupa Diri Sendiri Hukum Hormat Kepada Bendera Hukum Bertawasul Dengan Amal Saleh Pengertian dan Contoh Mad Muttasil