Berprasangka Baik Kepada Allah

2 menit waktu membaca

Daftar Isi

Hadis

“Dari Jabir bin ‘Abdillah Al-Ansari raḍiyallāhu ‘anhu, ia berkata, Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda 3 hari sebelum kematiannya, “Janganlah salah seorang diantara kalian meninggal, kecuali dalam keadaan berprasangka baik kepada Allah.” (HR.Muslim)

Biografi Perawi Hadis

Jabir bin ‘Abdillah

Nama beliau adalah Jabir bin ‘Abdillah bin ‘Amru Al-Ansari Al-Khazraji. Beliau termasuk seorang sahabat yang mulia, ikut baiat ‘Aqabah bersama 70 orang lainnya, dan beliau adalah orang yang termuda dalam baiat tersebut.

Beliau raḍiyallāhu ‘anhu pernah berkata, “Aku telah berperang bersama Rasulullah ﷺ sebanyak 17 kali.” Beliau juga berkata, “Namun aku tidak mengikuti perang Badar dan perang Uhud, karena aku dilarang oleh ayahku dan diminta untuk menjaga saudari-saudariku. Tatkala ayahku terbunuh pada perang Uhud, aku juga tidak ikut berperang bersama Rasulullah ﷺ.” (HR. Muslim)

Jabir bin ‘Abdillah raḍiyallāhu ‘anhu juga pernah berkata, “Rasulullah ﷺ memintakan ampunan untukku pada malam ba’īr (malam saat Jabir menjual untanya kepada Rasulullah ﷺ) sebanyak 25 kali. (HR.Tirmizi)

Hadis yang diriwayatkannya berjumlah 1540 hadis

Jabir raḍiyallāhu ‘anhu juga mempunyai majlis taklim di masjid Nabawi, dan beliau juga seorang mufti Madinah pada masanya. Jabir raḍiyallāhu ‘anhu meninggal pada tahun 68H.

Makna dan Faedah Yang Dapat Diambil Dari Hadis

  1. Seorang mukmin hendaknya berprasangka baik kepada Allah ta’ālā sepanjang hidupnya dan sampai dia meninggal, karena Allah berfirman di dalam hadis qudsi, “Aku sebagaimana prasangka hamba-Ku kepada-Ku.” (HR. Bukhari)
  2. Prasangka baik kepada Allah, jika itu membawa seseorang kepada amal soleh maka itu adalah prasangka yang benar. Namun, jika prasangka itu membuatnya menjadi orang pemalas, menganggur tanpa mau berusaha, bahkan mendorongnya melakukan kemaksiatan, maka itu bukan prasangka yang benar. Itu merupakan tipu daya setan.
  3. Setiap kali seorang hamba berprasangka baik kepada Allah, maka itu akan menimbulkan harapan yang baik kepada Allah, dan Allah tidak memutus harapan hamba-Nya dan juga tidak menyia-nyiakan amalnya
  4. Contoh dari berprasangka baik kepada Allah:
    • Jika seorang hamba berdoa kepada Allah, dia yakin bahwa Allah akan mengabulkan doanya.
    • Jika seorang hamba berbuat dosa kemudian dia beristigfar, dia yakin Allah akan mengampuninya.
    • Jika seorang hamba beramal soleh, dia yakin Allah akan menerimanya.
  5. Berprasangka buruk kepada Allah tanda akan kebodohan dan dapat menyebabkan seseorang memperbanyak maksiat serta berputus asa dari rahmat Allah, atau terlalu memaksakan diri dalam beramal.
  6. Contoh dari berprasangka buruk kepada Allah:
    • Jika seorang hamba berbuat ketaatan, namun dia tidak yakin bahwa Allah akan menerimanya, dan dia berputus asa dari rahmat-Nya.
    • Jika seorang sakit keras, dan dia yakin bahwa Allah tidak akan menyembuhkannya.
  7. Pada waktu darurat dan ketika musibah menimpa seorang muslim, hendaknya dia mengingat rahmat Allah, kedermawanan-Nya dan kelembutan-Nya, karena itu dapat meringankan musibah yang dia alami, ataupun melawati masa-masa sulitnya.

Semoga Bermanfaat

Ditulis oleh Ustaz Muhammad Thalib, MA
Diambil dari website: mutiaradakwah.com
Share on print
Print Artikel

Berlanggan Artikel Mutiara Dakwah

Berlangganlah secara gratis untuk mendapatkan email artikel terbaru dari situs ini.

Cari Artikel

Generic selectors
Kata yang sama persis
Kata yang ada di judul
Kata yang ada di artikel
Filter Berdasarkan Kategori
Akhlak
Akidah
Al-Qur'an
Bahasa
Fatwa Ulama
Fikih
Hadis
Muamalah
Nasihat
Sirah
Tafsir
Tajwid

Cari Kategori

Artikel Terkait

Pahala shalat berjamaah
Muhammad Thalib, MA

Pahala Salat Berjamaah di Masjid

Hadis Abu Hurairah –raḍiyallāhu ‘anhu– berkata, Rasulullah –ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam– bersabda, صَلاَةُ الرَّجُلِ فِي جَماعَةٍ تَزِيدُ عَلَىٰ صَلاَتِهِ فِي بَيْتِهِ وَصَلاتِهِ فِي سُوقِهِ بِضْعاً وَعِشْرِينَ دَرَجَةً؛ وَذلِكَ أَنَّ أَحَدَهُمْ

Baca Selengkapnya »
Standar Kemuliaan Manusia Di Sisi Allah
Muhammad Thalib, MA

Standar Kemuliaan Manusia Di Sisi Allah

Apakah Anda pernah berpikir, apakah Allah menilai kemuliaan suatu manusia berdasarkan fisik atau hartanya? Atau, bagaimana cara Allah menilai seberapa mulia seseorang di hadapan Allah? Apakah dengan harta dan fisiknya?

Baca Selengkapnya »

Stories

Apakah Anda Ingin Meningkatkan Bisnis Anda?

Tingkatkan dengan cara beriklan

Formulir anda berhasil dikirim, terimakasih

join mutiara dakwah

Subscribe agar anda mendapatkan artikel terbaru dari situs kami

join mutiara dakwah

Subscribe agar anda mendapatkan artikel terbaru dari situs kami

Tafsir Surah As-Shaff Ayat 5-6 Keutamaan Membaca Alquran Apa Itu Gibah? Hukum Bermuamalah Dengan Orang Kafir 6 Amalan Utama Di Awal Zulhijah Apa Saja Penyempurna Akidah? 7 Alasan Mengapa Kita Harus Belajar Bahasa Arab Kisah Baiat Aqabah Pertama Segera Beramal, Sebelum Ajal Datang! Hukum Salat Berjamaah Di Masjid