Penjelasan Mengenai Al-Qur’an dan Ar-Ru`yah (Melihat Allah)

Penjelasan Mengenai Al-Qur'an dan Ar-Ru`yah

Al-QUR`ĀN Al-Qur`ān adalah kalām (perkataan/firman) Allah. Allah Ta’ālā berfirman, “Dan jika di antara kaum musyrikin ada yang meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah agar dia dapat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah dia ke tempat yang aman baginya. (Demikian) itu karena sesungguhnya mereka kaum yang tidak mengetahui.” (QS. At-Taubah: 6) Dan Nabi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda ketika beliau menawarkan dirinya kepada kabilah-kabilah pada musim haji, “Adakah seorang laki-laki yang mau membawaku ke kaumnya, karena sesungguhnya Quraisy menghalangiku untuk menyampaikan firman Tuhanku.” (HR. Lima ahli hadis)([1]) Al-Qur`ān adalah firman hakiki Allah Ta’ālā,…

Baca Selengkapnya...

Iman Kepada Takdir

Iman Kepada Takdir

IMAN KEPADA TAKDIR Yaitu keyakinan yang kuat bahwa Allah Ta’ālā telah menentukan takdir semua makhluk dengan ilmu-Nya yang azali, menuliskannya di Lauḥ Maḥfūẓ, merealisasikannya sesuai dengan kehendak-Nya, dan menjadikan-Nya dengan kekuatan-Nya. Allah Ta’ālā berfirman, “Sungguh, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.” (QS. Al-Qamar: 49).   Juga berfirman, “Dan Dia menciptakan segala sesuatu lalu menetapkan ukuran-ukurannya yang tepat.” (QS. Al-Furqān: 2) Di antara hal-hal yang termasuk dalam iman kepada takdir adalah: Pertama: Iman kepada Ilmu Allah Ilmu Allah yang azali, abadi, meliputi segala sesuatu secara global dan terperinci, terkait segala sesuatu…

Baca Selengkapnya...

Iman Kepada Hari Akhir

Iman Kepada Hari Akhir

IMAN KEPADA HARI AKHIR Yaitu keyakinan yang kuat bahwa Allah Ta’ālā menangguhkan para hamba sampai hari mereka dibangkitkan dari kuburnya, dan Dia akan menghisab (memperhitungkan) amalan mereka serta membalasnya, bisa jadi dengan surga atau neraka. Allah Ta’ālā berfirman, “Sesungguhnya Allah menangguhkan mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak.” (QS. Ibrāhīm: 42)  “Orang-orang yang kafir mengira, bahwa mereka tidak akan dibangkitkan. Katakanlah (Muhammad), ‘Tidak demikian, demi Tuhanku, kamu pasti dibangkitkan, kemudian diberitakan semua yang telah kamu kerjakan.’ Dan yang demikian itu mudah bagi Allah.” (QS. At-Tagābun: 7) “Dan…

Baca Selengkapnya...

Iman Kepada Para Rasul

Iman Kepada Para Rasul

Iman Kepada Para Rasul Yaitu keyakinan yang kuat bahwa Allah Ta’ālā telah memilih beberapa laki-laki dari manusia, Dia berikan wahyu kepada mereka, Dia utus mereka sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, mereka menyampaikan risalah-risalah-Nya kepada makhluk untuk beribadah hanya kepada-Nya, menjauhi ṭāgūt, karena kasih sayang-Nya kepada mereka, dan sekaligus untuk menegakkan hujah terhadap mereka. Allah Ta’ālā berfirman, “Allah memilih para utusan(-Nya) dari malaikat dan dari manusia. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.” (Al-Ḥajj: 75)  “Dan Kami tidak mengutus sebelum engkau (Muhammad), melainkan orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada…

Baca Selengkapnya...

Iman Kepada Kitab-Kitab

Iman Kepada Kitab-Kitab

IMAN KEPADA KITAB-KITAB Yaitu keyakinan yang kuat bahwa Allah Ta’ālā telah menurunkan kitab-kitab dengan benar kepada para Nabi-Nya, sebagai petunjuk bagi manusia, rahmat, pelajaran, hujah bagi mereka dan penjelasan untuk segala sesuatu. Iman terhadap kitab-kitab tersebut menuntut beberapa hal: Pertama: Mengimani bahwa kitab-kitab tersebut diturunkan dari sisi Allah dengan benar Allah Ta’ālā berfirman, “Dia menurunkan Kitab (Al-Qur`ān) kepadamu (Muhammad) yang mengandung kebenaran, membenarkan (kitab-kitab) sebelumnya, dan menurunkan Taurat dan Injil.” (QS. Āli ‘Imrān: 3) Semua itu adalah kitab-kitab Allah dan kalimat-kalimat-Nya, bukan perkataan malaikat yang dekat dengan Allah dan juga…

Baca Selengkapnya...

Iman Kepada Malaikat

Iman Kepada Malaikat

IMAN KEPADA MALAIKAT Yaitu keyakinan yang kuat bahwasanya Allah telah menciptakan suatu makhluk untuk beribadah kepada-Nya, dan mengikhlaskan ketaatan pada-Nya, Dia mengkhususkan mereka untuk beribadah kepada-Nya, menempatkan mereka di langit-Nya, dan memberikan kepada mereka kekuatan untuk melaksanakan perintah-Nya. Iman kepada malaikat tidak sempurna kecuali dengan meyakini hal-hal berikut ini: Pertama: Bahwa mereka adalah hamba-hamba yang mulia, berbakti lagi dekat dengan Allah, tunduk kepada-Nya, dan penyayang Mereka tidak memiliki sifat-sifat rubūbiyyah dan ulūhiyyah sedikit pun. Allah Ta’ālā berfirman, “Dan mereka berkata, ‘Tuhan Yang Maha Pengasih telah menjadikan (malaikat) sebagai anak.’ Mahasuci…

Baca Selengkapnya...

Iman Kepada Nama dan Sifat-Sifat Allah

Iman Kepada Nama dan Sifat-Sifat Allah

Keempat: Iman terhadap Nama dan Sifat-sifat-Nya Yaitu keyakinan pasti bahwa Allah Ta’ālā memiliki nama-nama yang terbaik dan sifat-sifat yang sangat tinggi; menetapkan apa yang Allah tetapkan untuk diri-Nya dalam kitab-Nya, atau ditetapkan oleh Nabi untuk-Nya di dalam Sunnahnya, berupa sifat-sifat kesempurnaan dan kemuliaan, tanpa disertai dengan tamṡīl (penyerupaan) dan takyīf (menentukan kaifiatnya); serta menafikan apa yang Allah nafikan untuk diri-Nya dalam kitab-Nya, atau dinafikan oleh Nabi-Nya dalam Sunnahnya, berupa sifat-sifat kekurangan, aib, dan penyerupaan dengan makhluk, tanpa taḥrīf (penyelewengan) dan juga ta’ṭīl (pengingkaran). Allah Ta’ālā berfirman, “Dan Allah memiliki Al-Asmā`ul-Ḥusnā…

Baca Selengkapnya...

Iman Terhadap Ulūhiyyah Allah

Iman Terhadap Ulūhiyyah Allah

Ketiga: Iman terhadap Ulūhiyyah-Nya Yaitu keyakinan yang kuat bahwa Allah semata yang menjadi ilah yang benar, Dia yang berhak untuk disembah, tidak ada selain-Nya. Makna ilah adalah yang disembah, yang disembah oleh hati dengan penuh kecintaan dan pengagungan. Hakikat ibadah adalah kesempurnaan cinta disertai kesempurnaan kerendahan, ketundukan, dan pengagungan. Ini semua tidak dilakukan kecuali kepada Ilah yang Esa. Kesaksian tentang keimanan ini datang dari kesaksian yang paling agung, dari saksi yang paling agung, dan pada objek kesaksian paling agung juga. Allah Ta’ālā berfirman, “Allah menyatakan bahwa tidak ada ilah (tuhan)…

Baca Selengkapnya...

Iman Terhadap Rubūbiyyah Allah

Iman Terhadap Rubūbiyyah Allah

Kedua: Iman terhadap Rubūbiyyah-Nya Yaitu keyakinan yang pasti bahwa Allah Ta’ālā semata yang menjadi Rabb, Pencipta, Raja, dan Pemberi perintah. Makna Rabb adalah Tuan, Raja, dan Pengatur yang mengatur alam semesta dengan karunia-Nya. Allah Ta’ālā berfirman, “Dia (Firaun) berkata, ‘Siapakah Tuhanmu berdua, wahai Musa?‘ Dia (Musa) menjawab, ‘Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan bentuk kejadian kepada segala sesuatu, kemudian memberinya petunjuk‘.” (QS. Ṭāhā: 49-50) Intisari Rubūbiyyah mencakup tiga hal utama, yaitu: 1. Penciptaan Allah adalah pencipta segala sesuatu. Apa pun yang ada selain Allah adalah makhluk. Allah Ta’ālā berfirman,…

Baca Selengkapnya...