Iman Kepada Allah – Iman terhadap Ulūhiyyah-Nya

Iman terhadap Ulūhiyyah Allah

Ketiga: Iman terhadap Ulūhiyyah-Nya Yaitu keyakinan yang kuat bahwa Allah semata yang menjadi ilah yang benar, Dia yang berhak untuk disembah, tidak ada selain-Nya. Makna ilah adalah yang disembah, yang disembah oleh hati dengan penuh kecintaan dan pengagungan. Hakikat ibadah adalah kesempurnaan cinta disertai kesempurnaan kerendahan, ketundukan, dan pengagungan. Ini semua tidak dilakukan kecuali kepada Ilah yang Esa. Kesaksian tentang keimanan ini datang dari kesaksian yang paling agung, dari saksi yang paling agung, dan pada objek kesaksian paling agung juga. Allah Ta’ālā berfirman, “Allah menyatakan bahwa tidak ada ilah (tuhan)…

Baca Selengkapnya...

Iman Kepada Allah – Iman Terhadap Rubūbiyyah-Nya

Kedua: Iman terhadap Rubūbiyyah-Nya Yaitu keyakinan yang pasti bahwa Allah Ta’ālā semata yang menjadi Rabb, Pencipta, Raja, dan Pemberi perintah. Makna Rabb adalah Tuan, Raja, dan Pengatur yang mengatur alam semesta dengan karunia-Nya. Allah Ta’ālā berfirman, “Dia (Firaun) berkata, ‘Siapakah Tuhanmu berdua, wahai Musa?‘ Dia (Musa) menjawab, ‘Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan bentuk kejadian kepada segala sesuatu, kemudian memberinya petunjuk‘.” (QS. Ṭāhā: 49-50) Intisari Rubūbiyyah mencakup tiga hal utama, yaitu: 1. Penciptaan Allah adalah pencipta segala sesuatu. Apa pun yang ada selain Allah adalah makhluk. Allah Ta’ālā berfirman,…

Baca Selengkapnya...

Akidah Islam Yang Benar dan Lurus

Akidah Islam Yang Benar dan Lurus

Segala puji hanya bagi Allah. Kita memuji-Nya, meminta pertolongan dan ampunan dari-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri dan kejelekan amalan kita. Siapa saja yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya, dan siapa saja yang Dia sesatkan maka tidak ada orang yang bisa memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, yang berfirman, “Dialah yang mengutus seorang rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka,…

Baca Selengkapnya...