Rasulullah Menawarkan Islam ke Setiap Suku dan Perorangan

Rasulullah Menawarkan Islam Ke Setiap Suku Dan Perorangan

Menawarkan Islam ke Setiap Suku dan Perorangan Pada bulan Żul Qa’dah tahun ke-10 kenabian Rasulullah ﷺ kembali ke Mekkah dan bersiap-siap mendakwahkan Islam ke setiap suku dan ke setiap orang, karena sebentar lagi akan datang musim haji di mana banyak orang yang berdatangan ke Mekkah dari berbagai penjuru untuk menunaikan haji. Dakwah Rasulullah ﷺ kepada setiap suku mengalami  penolakan total. Namun dakwah ke perorangan, sebagiannya mendapat sambutan yang baik. Beberapa orang langsung menyatakan keimanannya, di antaranya adalah Abu Żar Al-Gifārī raḍiyallāhu ‘anhu. Enam Orang Pelopor dari Madinah. Pada musim haji…

Baca Selengkapnya...

Kisah Rasulullah ﷺ Berdakwah Ke Ṭaif

Kisah Rasulullah ﷺ Berdakwah Ke Ṭaif

Fase Ketiga, Memperluas Dakwah Ke Luar Mekkah Setelah sebelumnya kita membahas fase pertama dan kedua dari dakwah Rasulullah ﷺ, yaitu fase dakwah sirriyah dan dakwah jahriyyah, kali ini kita akan membahas fase ke tiga dari dakwah Rasulullah ﷺ, yaitu Rasulullah ﷺ memperluas dakwahnya ke luar Mekkah. Berdakwah Ke Ṭaif Pada tahun ke-10 kenabian, bulan Syawal, Rasulullah ﷺ didampingi oleh Zaid bin Hariṡah berangkat menuju Ṭaif. Setiap kali beliau melewati suatu perkampungan, beliau sampaikan dakwah Islam kepada mereka. Namun tidak ada satupun yang menerimanya. Setibanya di Ṭaif, Rasulullah ﷺ menemui tokoh-tokoh…

Baca Selengkapnya...

Tahun Kesedihan dan Pernikahan Rasulullah Dengan Saudah

Tahun Kesedihan dan Pernikahan Rasulullah dengan Saudah

Wafatnya Abu Thalib Abu Thalib mulai sering mengalami sakit, semakin lama semakin berat. Akhirnya beliau meninggal pada bulan Rajab tahun 10 kenabian, setelah 6 bulan dari peristiwa pemboikotan. Dalam riwayat yang sahih disebutkan bahwa ketika beliau sekarat, Rasulullah ﷺ datang  menghampirinya, saat itu ada Abu Jahal di sisinya. Rasulullah ﷺ berkata : “Wahai pamanku, ucapkan: Lā ilāha illallāh, kalimat yang dapat aku gunakan untuk membelamu di sisi Allah.” Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah berkata : “Wahai Abu Thalib, apakah engkau membenci agama Abdul Muṭṭalib?”. Berulang-ulang mereka katakan itu,…

Baca Selengkapnya...

Kisah Rasulullah Dan Para Sahabat Diboikot

Kisah Rasulullah Dan Para Sahabat Diboikot

Boikot Umum Setelah berbagai upaya mencegah dakwah Rasulullah ﷺ menemui kegagalan, kaum kafir Quraisy menempuh jalan lain; Pemboikotan. Mereka bersepakat untuk memboikot Bani Hasyim dan Bani Muṭalib, dengan melarang mengadakan pernikahan, jual beli, bergaul, berkunjung dan berbicara kepada mereka kecuali jika mereka menyerahkan Rasulullah ﷺ untuk dibunuh. Kesepakatan tersebut mereka tulis dalam lembaran yang digantung  di Kakbah. Akibat pemboikotan itu, Bani Hasyim dan Bani Muṭalib menjadi terisolir; baik yang beriman maupun yang kafir -kecuali Abu Lahab-. Mereka terkurung di perkampungan Abu Ṭalib sejak awal Muharram tahun ke-7 kenabian. Tiga Tahun…

Baca Selengkapnya...

Kisah Hamzah Dan Umar Bin Khattab Masuk Islam

KISAH MASUK ISLAMNYA UMAR BIN KHATTAB DAN HAMZAH

Kisah Hamzah Masuk Islam Di tengah suasana yang masih penuh intimidasi dan tekanan dari orang kafir Quraisy terhadap kaum muslimin, muncullah secercah harapan, yaitu masuk Islamnya Hamzah bin Abdul Muṭalib raḍiyallāhu ‘anhu; paman Rasulullah ﷺ, pada akhir tahun ke-6 kenabian. Hamzah masuk Islam setelah mendengar berita perlakuan Abu Jahal yang telah menganiaya Rasulullah ﷺ dengan memukulkan sebuah batu ke kepala beliau hingga mengucurkan darah. Segera saja Hamzah -lelaki gagah dan terpandang di suku Quraisy- yang saat itu baru saja pulang berburu, menemui Abu Jahal untuk menuntut balas atas perlakuan kasar…

Baca Selengkapnya...

Hijrah ke Habasyah dan Upaya Pembunuhan Rasulullah

Kaum Muslimin Hijrah ke Habasyah (Ethiopia)

Kaum Muslimin Hijrah ke Habasyah (Ethiopia) Tekanan yang dilakukan orang-orang kafir terhadap kaum muslimin pada pertengahan dan akhir tahun keempat kenabian masih bersifat ringan. Namun memasuki pertengahan tahun kelima, perlakuan mereka semakin keras. Hal ini mendorong kaum muslimin untuk mencari tempat lain yang aman untuk menjaga agama mereka, dan akhirnya kaum muslimin-pun hijrah ke Habasyah. Maka pada bulan Rajab tahun ke-5 kenabian, hijrahlah rombongan pertama dari kalangan sahabat ke negeri Habasyah (Ethiopia). Mereka berjumlah 12 orang laki-laki dan 4 orang wanita, dipimpin oleh Utsman bin Affan yang didampingi istrinya, Ruqayyah…

Baca Selengkapnya...

Berbagai Usaha Kaum Quraisy Dalam Menghentikan Dakwah

Usaha Kaum Quraisy Dalam Menghentikan Dakwah

Berbagai Usaha Menghentikan Dakwah Selain apa yang telah disebutkan bagian sebelumnya, masih terdapat berbagai Usaha yang dilakukan oleh Kaum kafir Quraisy untuk menghentikan dakwah Rasulullah ﷺ, di antaranya: 1. Ejekan dan Hinaan Serta Berbagai Macam Tuduhan Hal tersebut Allah kisahkan dalam Al-Quran: وَقَالُوا۟ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِى نُزِّلَ عَلَيْهِ ٱلذِّكْرُ إِنَّكَ لَمَجْنُونٌ Mereka berkata, “Hai orang yang diturunkan Al-Quran kepadanya, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila.” (QS. AI-Ḥijr: 6) Ketika Rasulullah ﷺ sedang duduk dikelilingi oleh sahabat­sahabatnya yang miskin mereka mengejeknya, “Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah…

Baca Selengkapnya...

Fase Mekkah

Fase Mekkah

Fase Pertama, Dakwah Sirriyah Sebagai tempat kelahiran dan pertumbuhannya, maka kota Mekkah dijadikan Rasulullah ﷺ sebagai titik tolak dakwahnya. Pada awalnya, metode dakwah yang dilakukan Rasulullah ﷺ bersifat sirriyyah (sembunyi-sembunyi). Ini berlangsung selama tiga tahun pertama dakwahnya. Hal tersebut karena kedudukan  Rasulullah ﷺ yang  masih  lemah,  ditambah  isi dakwah beliau yang sangat bertolak belakang dengan keyakinan prinsip masyarakatnya yang penuh dengan nilai-nilai kesyirikan. Masyarakat yang paling pertama beliau serukan ajaran Islam tentu saja adalah keluarga dan kenalan dekatnya, itupun beliau pilih hanya kepada mereka yang ada tanda-tanda kebaikan pada dirinya.…

Baca Selengkapnya...

Rasulullah ﷺ Diutus Menjadi Rasul

Diutusnya Rasulullah ﷺ menjadi rasul

Ketika usia Rasulullah ﷺ mendekati 40 tahun, beliau mulai suka menyendiri dan menghindari keramaian kehidupan kaumnya yang penuh kesyirikan dan perbuatan nista. Berbekal makanan dan air secukupnya, beliau sering pergi menuju gua Hira yang berjarak sekitar dua mil dari pusat kota Makkah. Dalam kesendirian tersebut, beliau menghabiskan waktunya untuk beribadah dan merenungi kebesaran alam di sekelilingnya serta menyadari akan adanya kekuasaan yang agung di balik semua penciptaan ini. Demikianlah, hal tersebut Allah Ta’ālā kehendaki baginya sebagai awal dan persiapan untuk menerima sebuah misi besar yang akan merubah sejarah kemanusiaan. Karena…

Baca Selengkapnya...

Kehidupan Rasulullah ﷺ Sebelum Diutus Menjadi Nabi

KEHIDUPAN RASULULLAH ﷺ SEBELUM MENJADI NABI

Perang Fijār Pada saat Nabi ﷺ berusia 20 tahun, terjadi Perang Fijār antara kabilah Quraisy dan sekutu mereka dari Bani Kinanah melawan kabilah Qais ‘Ailān. Harb bin Umayyah terpilih menjadi komandan perang membawahi kabilah Quraisy dan Kinānah karena faktor usia dan kebangsawanannya. Kemenangan pada pagi hari berada di pihak kabilah Qais, namun pada pertengahan hari keadaan terbalik, kemenangan justru berpihak pada Kinānah. “Perang Fijār” dinamakan demikian karena mereka telah menodai kesucian bulan haram (bulan yang dilarang berperang di dalamnya). Dalam perang ini, Rasulullah ikut serta membantu paman-pamannya menyediakan anak panah…

Baca Selengkapnya...