Hijrah ke Habasyah dan Upaya Pembunuhan Rasulullah

Hijrah ke Habasyah

Kaum Muslimin Hijrah ke Habasyah (Ethiopia) Tekanan yang dilakukan orang-orang kafir terhadap kaum muslimin pada pertengahan dan akhir tahun keempat kenabian masih bersifat ringan. Namun memasuki pertengahan tahun kelima, perlakuan mereka semakin keras. Hal ini mendorong kaum muslimin untuk mencari tempat lain yang aman untuk menjaga agama mereka, dan akhirnya kaum muslimin-pun hijrah ke Habasyah. Maka pada bulan Rajab tahun ke-5 kenabian, hijrahlah rombongan pertama dari kalangan sahabat ke negeri Habasyah (Ethiopia). Mereka berjumlah 12 orang laki-laki dan 4 orang wanita, dipimpin oleh Utsman bin Affan yang didampingi istrinya, Ruqayyah…

Baca Selengkapnya...

Berbagai Usaha Kaum Quraisy Dalam Menghentikan Dakwah

Usaha Kaum Quraisy Dalam Menghentikan Dakwah

Berbagai Usaha Menghentikan Dakwah Selain apa yang telah disebutkan bagian sebelumnya, masih terdapat berbagai Usaha yang dilakukan oleh Kaum kafir Quraisy untuk menghentikan dakwah Rasulullah ﷺ, di antaranya: 1. Ejekan dan Hinaan Serta Berbagai Macam Tuduhan Hal tersebut Allah kisahkan dalam Al-Quran: وَقَالُوا۟ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِى نُزِّلَ عَلَيْهِ ٱلذِّكْرُ إِنَّكَ لَمَجْنُونٌ Mereka berkata, “Hai orang yang diturunkan Al-Quran kepadanya, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila.” (QS. AI-Ḥijr: 6) Ketika Rasulullah ﷺ sedang duduk dikelilingi oleh sahabat­sahabatnya yang miskin mereka mengejeknya, “Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah…

Baca Selengkapnya...

Fase Mekkah

Fase Mekkah

Fase Pertama, Dakwah Sirriyah Sebagai tempat kelahiran dan pertumbuhannya, maka kota Mekkah dijadikan Rasulullah ﷺ sebagai titik tolak dakwahnya. Pada awalnya, metode dakwah yang dilakukan Rasulullah ﷺ bersifat sirriyyah (sembunyi-sembunyi). Ini berlangsung selama tiga tahun pertama dakwahnya. Hal tersebut karena kedudukan  Rasulullah ﷺ yang  masih  lemah,  ditambah  isi dakwah beliau yang sangat bertolak belakang dengan keyakinan prinsip masyarakatnya yang penuh dengan nilai-nilai kesyirikan. Masyarakat yang paling pertama beliau serukan ajaran Islam tentu saja adalah keluarga dan kenalan dekatnya, itupun beliau pilih hanya kepada mereka yang ada tanda-tanda kebaikan pada dirinya.…

Baca Selengkapnya...

Rasulullah ﷺ Diutus Menjadi Rasul

Diutusnya Rasulullah ﷺ menjadi rasul

Ketika usia Rasulullah ﷺ mendekati 40 tahun, beliau mulai suka menyendiri dan menghindari keramaian kehidupan kaumnya yang penuh kesyirikan dan perbuatan nista. Berbekal makanan dan air secukupnya, beliau sering pergi menuju gua Hira yang berjarak sekitar dua mil dari pusat kota Makkah. Dalam kesendirian tersebut, beliau menghabiskan waktunya untuk beribadah dan merenungi kebesaran alam di sekelilingnya serta menyadari akan adanya kekuasaan yang agung di balik semua penciptaan ini. Demikianlah, hal tersebut Allah Ta’ālā kehendaki baginya sebagai awal dan persiapan untuk menerima sebuah misi besar yang akan merubah sejarah kemanusiaan. Karena…

Baca Selengkapnya...

Kehidupan Rasulullah ﷺ Sebelum Diutus Menjadi Nabi

KEHIDUPAN RASULULLAH ﷺ SEBELUM MENJADI NABI

Perang Fijār Pada saat Nabi ﷺ berusia 20 tahun, terjadi Perang Fijār antara kabilah Quraisy dan sekutu mereka dari Bani Kinanah melawan kabilah Qais ‘Ailān. Harb bin Umayyah terpilih menjadi komandan perang membawahi kabilah Quraisy dan Kinānah karena faktor usia dan kebangsawanannya. Kemenangan pada pagi hari berada di pihak kabilah Qais, namun pada pertengahan hari keadaan terbalik, kemenangan justru berpihak pada Kinānah. “Perang Fijār” dinamakan demikian karena mereka telah menodai kesucian bulan haram (bulan yang dilarang berperang di dalamnya). Dalam perang ini, Rasulullah ikut serta membantu paman-pamannya menyediakan anak panah…

Baca Selengkapnya...

Kelahiran dan Masa Kecil Nabi Muhammad ﷺ

Kelahiran dan Masa Kecil Nabi Muhammad

Nabi Muhammad ﷺ dilahirkan pada hari Senin, tanggal 12 Rabiul Awwal, tahun Gajah, di Makkah. Kemudian beliau hidup bersama ibundanya, Aminah binti Wahb dan kakeknya, Abdul Muṭṭalib. Beliau berada dalam pemeliharaan Allah dan perlindungan-Nya karena Dia hendak memuliakannya. Ketika Rasulullah ﷺ telah berusia enam tahun, Aminah binti Wahb, ibunya meninggalkannya untuk selamanya. Ibnu Ishaq mengatakan bahwa ibunda Rasulullah ﷺ, Aminah binti Wahb, meninggal dunia di Al-Abwa’, sebuah kawasan yang berada di antara Mekkah dan Madinah. Saat itu usia Rasulullah ﷺ baru enam tahun. Aminah membawa beliau mengunjungi paman-pamannya dari…

Baca Selengkapnya...