Keutamaan Orang Yang Berilmu

Keutamaan orang yang berilmu

Hadis

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: مَن سلَكَ طريقًا يلتَمِسُ فيهِ علمًا، سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طريقًا إلى الجنَّةِ

Diriwayatkan dari Abu Hurairah raḍiyallāhu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah ṡallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya dengan perbuatannya itu jalan menuju surga” (HR. Muslim)

عن معاوية بن أبي سفيان رضي الله عنه قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو يقول: مَن يُردِ اللَّهُ بهِ خَيرًا يُفقِّهُّ في الدِّينِ

Diriwayatkan dari Mu’āwiyah bin Abu Sufyan raḍiyallāhu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah ṡallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang Allah menginginkan kebaikan baginya, maka Allah akan memahamkannya dalam masalah agama.” (HR. Bukhari Muslim)

Biografi Perawi Hadis

Abu Hurairah ad-Dausi

Beliau adalah sahabat yang mulia, bernama Abdurrahman bin Sakhr ad-Dausi. Beliau dijuluki sebagai Abu Hurairah (bapak anak kucing) karena beliau sering membawa anak kucing. Beliau masuk Islam pada tahun ketujuh hijriah, pada tahun penyerangan dan pembebasan kota Khaibar. Abu Hurairah pernah berkata, “Demi Allah! Tidaklah Allah menciptakan seorang mukmin pun yang mendengar tentangku kecuali ia akan mencintaiku.” (HR. Muslim)

Abu Hurairah termasuk salah sahabat yang punya hafalan kuat. Abu Hurairah pernah berkata, “Wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku mendengar banyak hadis darimu, akan tetapi aku sering lupa.” Kemudian Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bentangkanlah bajumu!” Aku pun membentangkan bajuku. Kemudian Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dekapkan ke dadamu!” Kemudian aku pun mendekapkan baju itu ke dadaku. Setelah itu, aku tidak pernah melupakan satu hadispun.” (HR. Bukhari)

Abu Hurairah adalah orang yang paling banyak meriwayatkan hadis dari kalangan sahabat. Hadis yang diriwayatkannya mencapai 5374 hadis. Di antara ibadahnya yang sering ia lakukan bersama dengan istri dan pembantunya adalah membagi malam menjadi tiga bagian, untuk bergantian melakukan salat malam. Salah satu dari mereka salat dan yang lain tidur, kemudian setelah itu dia membangunkan yang lainnya untuk bergantian salat. Ia juga sering melaksanakan puasa Senin dan Kamis. Ia meninggal dunia pada tahun 57 hijriah di kota Madinah.

Mu’āwiyah bin Abu Sufyan

Dialah sahabat yang mulia yang bernama Mu’āwiyah bin Abu Sufyan, Ṣakhr bin Ḥarb al-Qurasy al-Umawi, ia dijuluki sebagai Abu Abdurrahman. Sifatnya lembut. Ia masuk agama Islam pada tahun pembebasan kota Makkah. Ia ikut serta dalam perang Hunain, dan ia juga termasuk salah satu penulis wahyu.

Rasulullah  ṡallallāhu ‘alaihi wa sallam pernah mendoakannya, “Ya Allah, ajarilah Mu’āwiyah ilmu baca tulis dan ilmu perhitungan, dan jauhkan ia dari api neraka.” (HR. Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaiman). Dan beliau ṡallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah mendoakannya, “Ya Allah, jadikanlah ia (Mu’āwiyah) pemberi hidayah yang telah Engkau beri hidayah, dan berilah ia hidayah, serta berilah orang lain hidayah dengan perantaranya.” (HR. Ahmad dan Tirmizi)

Dulu ia pernah menjadi pemimpin selama 20 tahun dan pernah menjadi khalifah selama itu pula. Dan di antara kefakihannya adalah sebagaimana diriwayat oleh Abu Darda’ raḍiyallāhu ‘anhu, “Tidak pernah aku melihat seseorang yang salatnya mirip dengan Rasulullah daripada amir kalian ini (maksudnya Mu’āwiyah).” (Siyar A’lām An-Nubalā`: 3/135). Mu’āwiyah meninggal pada bulan Rajab tahun 60 hijriah.

Makna Dan Faedah Yang Dapat Diambil Dari Hadis

  1. Kedudukan ilmu sangatlah tinggi, sebagaimana dijelaskan dalam hadis di atas bahwa menuntut ilmu agama merupakan salah satu cara untuk mendapatkan kemudahan menuju jalan surga.
  2. Ilmu lebih diutamakan dari amalan-amalan utama yang lainnya. Hal ini bisa dipahami dari firman Allah yang pertama turun kepada Nabi Muhammad ṡallallāhu ‘alaihi wa sallam, yaitu surah Al-‘Alaq (96) ayat: 1, di mana Allah memerintahkan kita semua untuk membaca.
  3. Banyak ayat-ayat di dalam Al-Qur`ān dan hadis-hadis nabawi yang menjelaskan keutamaan ilmu dan kedudukan orang yang berilmu, di antaranya:
    • Firman Allah dalam surah Fātir, surah nomor 35 ayat 28.
    • Firman Allah dalam surah Az-Zumar, surah nomor 39 ayat 9.
    • Kedua hadis Rasulullah ṡallallāhu ‘alaihi wa sallam yang tadi disebutkan.
  4. Ilmu sangat bermanfaat bagi kita, baik di dunia maupun di akhirat.
  • Di dunia:
    • Orang yang berilmu akan takut kepada Allah. Dengan demikian, ia akan merasakan bahwa semua gerak-geriknya akan selalu diawasi oleh Allah, sehingga dia terdorong untuk melakukan hal-hal yang akan mendatangkan rida-Nya, dan menjauhi segala perbuatan yang akan mengundang siksa-Nya.
    • Dengan ilmu maka keimanan orangnya kepada Allah akan semakin bertambah kuat.
  • Di akhirat:
    • Allah akan mengangkat derajatnya.
    • Allah akan mengangkat derajatnya di surga.
  1. Banya cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan ilmu, dan yang paling baik adalah dengan belajar di sekolah-sekolah resmi, menghadiri kajian-kajian keagamaan, serta membaca buku-buku para ulama.
  2. Seorang penuntut ilmu hendaknya mempunyai adab-adab yang wajib untuk dimiliki, di antaranya:
    • Ikhlas. Seorang penuntut ilmu harus ikhlas kepada Alah. Hendaknya dia menuntut ilmu itu untuk menghilangkan kebodohan yang ada dalam dirinya dan orang lain.
    • Bersabar. Seorang penuntut ilmu harus bersabar dalam mencari ilmu agama. Jika dia tidak bersabar, maka dia tidak akan bisa menuntut ilmu.
    • Rendah hati. Seorang penuntu ilmu harus mempunyai sifat rendah hati, tidak somobong. Orang yang sombong tidak akan pernah bisa mendapatkan ilmu, karena orang yang sombong bisa dengan mudah dijangkiti oleh penyakit ria, dan itu dapat membatalkan amalannya.
    • Keinginan yang kuat. Seorang penuntut ilmu harus mempunyai keinginann yang kuat, karena jika seseorang mempunyai keinginan yang kuat, maka ia akan terus berjuang demi mendapatkan keinginannya.
    • Mengamalkan dan mengajarkan ilmu. Seorang penuntut ilmu harus mengamalkan ilmu yang pernah ia pelajari dan mengajarkannya kepada orang lain. Karena ilmu yang diamalkan adalah yang akan mendapat berkah dan dapat menghasilkan pahala. Jika kita mengajarkannya kepada orang lain, maka kita akan dapat meraih pahala jariah.

Semoga pembahasan kali ini mengenai “Keutamaan Orang Yang Berilmu” bermanfaat

Seberapa baik artikel ini?

Klik pada bintang untuk memberi peringkat!

Penilaian rata-rata 0 / 5. Jumlah suara: 0

Jadilah yang pertama menilai artikel ini.

Karena Anda menilai artikel ini bermanfaat ...

Mohon bagikan artikel ini!

Kami mohon maaf karena Anda tidak terlalu menyukai artikel ini!

Kami akan berusaha meningkatkan artikel ini

Bagaimana kami dapat meningkatkan artikel ini?

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar