Keutamaan Puasa Pada Bulan Muharram

2 menit waktu membaca

Daftar Isi

Dianjurkan Banyak Berpuasa di Bulan Muharram

Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah. Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam juga mendorong kita untuk memuliakannya dengan banyak melakukan puasa pada bulan Muharram, sebagaimana sabdanya dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah raḍiyallāhu ‘anhu,

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163)

Imam Nawawi raḥimahullāh menjelaskan, “Hadits ini merupakan penegasan bahwa sebaik-baik bulan untuk berpuasa adalah pada bulan Muharram.” (Al-Minhāj Syarḥu aḥiḥ Muslim bin Al-Ḥajjāj: 8/55)

Keutamaan Puasa ‘Asyura

Di dalam bulan Muharram ada hari yang kita dianjurkan untuk berpuasa pada hari itu, yaitu tanggal 10 Muharram, atau yang lebih dikenal dengan puasa ‘Asyura. Puasa ini hukumnya adalah sunnah. Dalam hadis diriwayatkan bahwa keutamaan puasa pada hari ‘Asyura itu adalah menghapuskan dosa-dosa kecil selama satu tahun.

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

Nabi allallāhu ‘alaihi wa sallam ditanya mengenai puasa Arafah? Beliau menjawab, ”Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162).

Puasa yang paling utama dilakukan pada bulan Muharram adalah puasa ‘Asyura ini, karena Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam melakukannya dan memerintahkan para sahabat raḍiyallāhu ‘anhum untuk melakukannya.

Puasa Tanggal 9 Muharram

Tanggal 10 Muharram merupakan salah satu hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani, karena hari itu merupakan hari di mana Allah menyelamatkan Nabi Musa ‘alaihissalām dan umatnya dari kejaran Fir’aun dan tentaranya.

Untuk menyelisihi perbuatan orang-orang Yahudi dan Nasrani tersebut maka Rasulullah allallāhu ‘alaihi wa sallam menganjurkan umatnya untuk berpuasa juga pada tanggal 9 Muharram agar menyelisihi orang-orang Yahudi.

Ibnu Abbas raḍiyallāhu ‘anhumā mengatakan bahwa ketika Nabi allallāhu ‘alaihi wa sallam melakukan puasa hari ‘Asyura dan memerintahkan kaum muslimin untuk melakukannya, pada saat itu ada yang berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى

“Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashrani.” Lantas beliau mengatakan,

فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ

“Apabila tiba tahun depan – insya Allah (jika Allah menghendaki) – kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan.” Ibnu Abbas mengatakan,

فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّىَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم

“Belum sampai tahun depan, Nabi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam sudah keburu meninggal dunia.” (HR. Muslim no. 1134).

Jadi anjuran untuk berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram adalah untuk tidak tasyabbuh (menyerupai) orang Yahudi dan Nasrani, di mana orang Yahudi hanya melakukan puasa pada tanggal 10 saja. Inilah alasan yang disebutkan dalam hadits. Ada juga ulama yang memberikan alasan lainnya, yaitu agar berhati-hati untuk menentukan tanggal sepuluhnya. Namun pendapat pertama yang mempengaruhi yang lebih kuat. Wallāhu a’lam. (Al-Minhāj Syarḥu Ṣaḥiḥ Muslim bin Al-Ḥajjāj: 8/13).

Semoga Bermanfaat

Artikel menarik lainnya: Mengapa Kita Harus Menyembah Allah Saja?

Ditulis oleh Ustaz Muhammad Thalib, MA
Diambil dari website: mutiaradakwah.com
Share on print
Print Artikel

Berlanggan Artikel Mutiara Dakwah

Berlangganlah secara gratis untuk mendapatkan email artikel terbaru dari situs ini.

Cari Artikel

Generic selectors
Kata yang sama persis
Kata yang ada di judul
Kata yang ada di artikel
Filter Berdasarkan Kategori
Akhlak
Akidah
Al-Qur'an
Bahasa
Fatwa Ulama
Fikih
Hadis
Muamalah
Nasihat
Sirah
Tafsir
Tajwid

Cari Kategori

Sosmed

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Tambahkan Komentar

Artikel Terkait

Hukum Hormat Kepada Bendera
dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK

Hukum Hormat Kepada Bendera

Apakah penghormatan kepada bendera diperbolehkah? Apakah dilarang agama? Dan apakah penghormatan kepada bendera sampai pada tahap kesyirikan?

Baca Selengkapnya »
Hukum Memasang Foto Di Dinding
Yulian Purnama, S.Kom.

Hukum Memajang Foto Di Dinding

Fatwa Syekh Abdul Aziz bin Baz Soal Apa hukum memajang foto (manusia) di dinding? Bolehkah memajang foto saudara atau foto ayah atau yang semisal dengan mereka? Jawab Memajang foto makhluk

Baca Selengkapnya »
Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Hukum Salat Berjamaah Di Masjid

Keutamaan Salat Berjamaah Wahai saudaraku, semoga Allah mengaruniakan rahmat-Nya kepadamu… Ketahuilah bahwa salat lima waktu harus kita kerjakan dengan berjamaah. Karena Nabi ﷺ memerintahkan kita untuk salat berjamaah. Rasulullah ﷺ

Baca Selengkapnya »

Apakah Anda Ingin Meningkatkan Bisnis Anda?

Tingkatkan dengan cara beriklan

Formulir anda berhasil dikirim, terimakasih

join mutiara dakwah

Subscribe agar anda mendapatkan artikel terbaru dari situs kami

join mutiara dakwah

Subscribe agar anda mendapatkan artikel terbaru dari situs kami

Mengkhatamkan Al-Qur`an Sebulan Sekali Pelajari Adab Sebelum Ilmu Kenapa Kita Harus Belajar Fikih Muamalat? Tata Cara Wudhu Yang Benar Pembagian Tauhid dan Maknanya Hukum Belajar Bahasa Inggris Kisah Rasulullah Hijrah Ke Madinah Mengajak Orang Lain Berbuat Baik, Tapi Lupa Diri Sendiri Hukum Hormat Kepada Bendera Hukum Bertawasul Dengan Amal Saleh Pengertian dan Contoh Mad Muttasil