Kisah Rasulullah ﷺ Melakukan Isra Mikraj

3 menit waktu membaca

Daftar Isi

Di tengah kesedihan mendalam karena ditinggal orang-orang terdekat, sementara tekanan dari pihak orang Kafir Quraisy kian bertambah. Terjadilah sebuah peristiwa besar yang selalu disebut dalam sejarah, yaitu peristiwa Isra Mikraj Rasulullah ﷺ.

Tidak disepakati secara pasti kapan persisnya peristiwa ini terjadi, namun yang pasti adalah bahwa peristiwa tersebut terjadi pada akhir masa keberadaan Rasulullah ﷺ di Mekkah sebelum hijrah ke Madinah.

Rincian Peristiwa

Rasulullah ﷺ di-Isra-kan (diperjalankan) dengan jasadnya dari Masjidilharam ke Baitulmakdis dengan mengendarai Burak, dan ditemani oleh malaikat Jibril ‘alaihissalām. Kemudian di sana beliau singgah dan menjadi imam salat bagi para nabi. Sementara Burak diikat di lingkaran pintu Masjidilaksa.

Pada malam itu juga, beliau dengan burak-nya Mikraj (naik) dari Baitulmakdis ke langit dunia. Satu demi satu lapis langit beliau lewati, dan setiap kali beliau melewati sebuah lapis langit, beliau menemui para nabi, mulai dari Nabi Adam ‘alaihissalām di langit pertama hingga Nabi Ibrahim ‘alaihissalām di langit ketujuh. Beliau memberikan salam kepada mereka, dan mereka menyambutnya dengan menjawab salam beliau seraya mengakui kenabian beliau ﷺ.

Kemudian beliau naik lagi ke Sidratulmuntaha, lalu naik lagi ke Baitulmakmur. Kemudian beliau naik lagi menemui Allah Ta’ālā, beliau mendekat kepada-Nya, lalu Allah memberikan wahyu-Nya yaitu tentang perintah salat sebanyak lima puluh waktu dalan setiap hari.

Setelah itu beliau kembali, lalu menemui Nabi Musa ‘alaihissalām, beliau bertanya: “Apa yang diperintahkan Allah kepadamu?”, beliau menjawab: “Lima puluh salat”, Nabi Musa ‘alaihissalām berkata lagi: “Umatmu tidak akan kuat dengan perintah itu, kembalilah menemui Tuhan-mu, mintalanh keringanan untuk umatmu!”. Kemudian Rasulullah ﷺ bersama Jibril kembali menemui Allah Ta’ālā. Begitu seterusnya beliau bolak balik antara menemui Allah Ta’ālā dan Nabi Musa ‘alaihissalām untuk meminta keringanan kewajiban salat bagi umatnya. Hingga akhirnya Allah memberikan kewajiban kepada Rasulullah ﷺ dan umatnya untuk salat hanya lima waktu dalam sehari. Sebenarnya Nabi Musa ‘alaihissalām masih memerintahkan Rasulullah ﷺ untuk kembali, namun kali ini Rasulullah ﷺ menolaknya karena merasa malu sudah sekian kali minta keringanan dari Allah Ta’ālā.

Pada peristiwa Isra Mikraj, Rasulullah ﷺ diperlihatkan beberapa hal, di antaranya:

– Rasulullah ﷺ ditawarkan khamar dan susu, beliau memilih susu. Maka dikatakan kepadanya: “Engkau telah diberi petunjuk atas fitrah, seandainya engkau mengambil khamar, maka umatmu akan tersesat”.

– Beliau melihat orang-orang yang memakan harta anak yatim, mereka memiliki bibir seperti bibir onta. Mereka mengambil sepotong api neraka langsung dengan bibirnya itu, lalu api itu keluar dari duburnya.

– Beliau juga melihat mereka yang memakan riba, memiliki perut besar yang karenanya tidak dapat bergerak.

– Mereka juga melihat para pezina. Di hadapan mereka terdapat daging segar yang baik dan di sampingnya terdapat daging bangkai berbau busuk. Mereka memakan bangkai yang berbau busuk tersebut dan meninggalkan daging yang baik.

Sekembalinya dari Isra Mikraj, keesokan harinya, Rasulullah ﷺ menyampaikan kebesaran Allah tersebut kepada kaumnya, namun mereka mengingkarinya dengan keras. Mereka meminta agar Rasulullah ﷺ menjelaskan ciri Masjidilaksa. Maka Allah memperlihatkan baginya mesjid tersebut sehingga beliau dapat melihatnya dengan jelas. Lalu beliau terangkan ciri-cirinya sehingga mereka tak dapat membantahnya.    Selanjutnya Rasulullah ﷺ mengabarkan rombongan yang dilihatnya ketika pulang dari Isra Mikraj, maka beliau sampaikan tentang waktu kedatangannya bahkan disampaikan pula onta yang berada di depan rombongan tersebut, ternyata semuanya persis seperti apa yang beliau sampaikan. Namun dengan semua itu orang-orang kafir justru semakin mengingkari Rasulullah ﷺ dan semakin bertambah kekafirannya.

Diriwayatkan bahwa julukan Ash-Shiddiq (Yang Membenarkan) bagi Abu Bakar Ash-Shiddiq berawal dari pembenaran beliau terhadap peristiwa Isra Mikraj yang Rasulullah ﷺ lakukan sementara orang-orang kafir mendustakannya.

Al-Quran menjelaskan dengan ringkas tujuan dari perjalanan Isra Mi’ raj dalam ayatnya :

لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ

“…Agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan) Kami…” (QS. Al-Isra: 1)

Disadur dari buku: Ar-Raḥīq Al-Makhtūm

Semoga artikel kali ini tentang peristiwa isra dan mikraj yang dialami oleh Rasulullah ﷺ bermanfaat.

Baca Sebelumnya…

Ditulis oleh ustaz Muhammad Thalib, MA
Diambil dari website: mutiaradakwah.com

Berlanggan Artikel Mutiara Dakwah

Berlangganlah secara gratis untuk mendapatkan email artikel terbaru dari situs isi.

Share on print
Print Artikel

Cari Artikel

Generic selectors
Kata yang sama persis
Kata yang ada di judul
Kata yang ada di artikel
Filter Berdasarkan Kategori
Akidah
Al-Qur'an
Fatwa Ulama
Fikih
Hadis
Muamalah
Sirah
Tafsir
Tajwid

Cari Kategori

Artikel Terkait

Stories

Apakah Anda Ingin Meningkatkan Bisnis Anda?

tingkatkan dengan cara beriklan

Formulir anda berhasil dikirim, terimakasih

join mutiara dakwah

Subscribe agar anda mendapatkan artikel terbaru dari situs kami

join mutiara dakwah

Subscribe agar anda mendapatkan artikel terbaru dari situs kami

Dilema Pemotongan Zakat Gaji ASN