Mempersiapkan Diri Menuju Bulan Ramadan

4 menit waktu membaca

Daftar Isi

Tak terasa, hanya tinggal beberapa hari lagi kita akan menyambut bulan suci Ramadan, bulan yang penuh berkah, bulan yang kita diperintahkan untuk berpuasa pada bulan tersebut, bulan yang setiap amalan baik akan dilipat gandakan pahalanya, bulan yang setan-setan dibelenggu di dalamnya, bulan yang paling utama di antara bulan-bulan lainnya.

Sudahkah kita mempersiapkan diri kita untuk menyambut bulan yang mulia tersebut? Apakah kita akan memasuki bulan tersebut dengan kondisi yang sama seperti bulan-bulan lainnya? Apa saja yang harus kita persiapkan?

Jasa Pembuatan Website
Jasa Pembuatan Website

Persiapan Menyambut Ramadan

Jika kita ingin mengikuti suatu perlombaan, maka kita harus mempersiapkan diri untuk perlombaan tersebut, agar kita bisa memenanginya dan mendapatkan hadiah. Begitu juga dengan Ramadan, jika kita ingin mendapatkan pahala dan ampunan terhadap dosa, maka kita harus mempersiapkan diri untuk bulan tersebut.

Lalu persiapan apa saja yang dapat kita lakukan untuk menyambut bulan Ramadan? Kami akan membahas sebagiannya di bawah ini:

1. Berdoa Agar Bisa Menjumpai Bulan Ramadan

Para salafush ṣālih biasanya berdoa kepada Allah selama 6 bulan sebelum bulan Ramadan agar mereka bisa menjumpai bulan Ramadan. Sebagian ulama salaf mengatakan,

كَانُوا يَدْعُوْنَ اللهَ سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يُبَلِّغَهُمْ شَهْرَ رَمَضَانَ ثُمَّ يَدْعُوْنَ اللهَ سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يَتَقَبَّلَهُ مِنْهُمْ

“Mereka (para sahabat) berdo’a kepada Allah selama 6 bulan agar mereka dapat menjumpai bulan Ramadan.”

Mereka melakukan hal tersebut karena kerinduan mereka dengan bulan Ramadan. Tentunya, mereka tidak hanya berdoa, namun mereka juga mengiringi persiapan menyambut bulan Ramadan dengan berbagai amal ibadah.

Abu Bakr Al Warrāq Al Balkhi raḥimahullāh mengatakan,

شهر رجب شهر للزرع و شعبان شهر السقي للزرع و رمضان شهر حصاد الزرع

“Rajab adalah bulan untuk menanam, Syakban adalah bulan untuk mengairi, dan Ramadan adalah bulan untuk memanen.”

Beberapa ulama lainnya berkata,

السنة مثل الشجرة و شهر رجب أيام توريقها و شعبان أيام تفريعها و رمضان أيام قطفها والمؤمنون قطافها جدير بمن سود صحيفته بالذنوب أن يبيضها بالتوبة في هذا الشهر و بمن ضيع عمره في البطالة أن يغتنم فيه ما بقي من العمر

“Waktu setahun itu laksana sebuah pohon. Bulan Rajab adalah waktu menumbuhkan daun, Syaban adalah waktu untuk menumbuhkan dahan, dan Ramadan adalah bulan memanen, pemanennya adalah kaum mukminin. (Oleh karena itu), mereka yang “menghitamkan” catatan amal mereka hendaklah bergegas “memutihkannya” dengan tobat di bulan-bulan ini, sedang mereka yang telah menyia-nyiakan umurnya dalam kelalaian, hendaklah memanfaatkan sisa umur sebaik-baiknya (dengan mengerjakan ketaatan) di waktu tersebut.”

2. Membekali Diri Dengan Ilmu Tentang Ibadah Pada Bulan Ramadan

Persiapan ini sangat penting sekali, agar kita bisa beribadah berdasarkan tuntunan dari Rasulullah ﷺ, karena jika kita beribadah tanpa tahu dari mana sumbernya, dan tanpa tahu seperti apa tuntunan atau tata caranya, maka ibadah kita menjadi sia-sia. Hal ini karena syarat agar ibadah diterima ada 2, yaitu:

  1. Ikhlas kepada Allah dalam ibadah yang dilakukan
  2. Mengikuti nabi Muhammad ﷺ dalam ibadah tersebut

Di antara dalil yang menjelaskan kedua syarat tersebut adalah firman Allah dalam surah Al-Kahfi:

فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”.

Ibnu Katsir raḥimahullāh menjelaskan, “Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh”, maksudnya adalah sesuai syariat Allah (mengikuti petunjuk Nabi ﷺ). Dan “Janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”, maksudnya adalah selalu mengharap wajah Allah semata dan tidak berbuat syirik pada-Nya. Inilah dua syarat diterimanya ibadah, yaitu harus ikhlas karena Allah dan mengikuti petunjuk Rasulullah ﷺ.”

Umar bin Abdul Aziz berkata,

مَنْ عَبَدَ اللهَ بِغَيْرِ عِلْمٍ كَانَ مَا يُفْسِدُ أَكْثَرَ مِمَّا يُصْلِحُ

“Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka dia akan membuat banyak kerusakan daripada mendatangkan kebaikan.”  (Al-Amru bil Ma’ruf, hal. 15).

Dalil lainnya adalah hadis dari Ummul Mukminin, ‘Aisyah raḍiyallāhu ‘anhā, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.” (HR. Bukhari no. 20 dan Muslim no. 1718)

Dan di dalam riwayat Muslim disebutkan,

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.” (HR. Muslim no. 1718)

3. Memperbanyak Puasa Pada Bulan Syakban

Sebagai persiapan menyambut Ramadan, Rasulullah ﷺ memperbanyak puasa di bulan Syakban. Aisyah raḍiyallāhu ‘anhā berkata,

وَلَمْ أَرَهُ صَائِمًا مِنْ شَهْرٍ قَطُّ أَكْثَرَ مِنْ صِيَامِهِ مِنْ شَعْبَانَ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ، كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ إِلاَّ قَلِيلاً

Saya sama sekali belum pernah melihat Rasulullah berpuasa dalam satu bulan lebih banyak dari puasa yang beliau lakukan di bulan Syakban, di dalamnya beliau berpuasa sebulan penuh. Beliau berpuasa di bulan Syakban, kecuali beberapa hari.” (HR. Muslim: 1156)

Beliau tidak terlihat lebih banyak berpuasa dalam satu bulan melebihi puasanya di bulan Syakban, dan beliau tidak menyempurnakan puasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadan.

Hikmah memperbanyak puasa di bulan Syakban adalah karena pada bulan itu amal terangkat dan lebih baik jika amal tersebut terangkat dan kita dalam keadaan berpuasa. Sebagaimana penjelasan dari Al-Hafizh Ibnu Hajar, beliau berkata,

وَالْأَوْلَى فِي ذَلِكَ مَا جَاءَ فِي حَدِيثٍ أَصَحَّ مِمَّا مضى أخرجه النسائي وأبو داود وصححه بن خُزَيْمَةَ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَمْ أَرَكَ تَصُومُ مِنْ شَهْرٍ مِنَ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ قَالَ ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إلى رب العالمين فأحب أن يرفع عملي وَأَنَا صَائِمٌ .

“Pendapat yang benar di dalam hal ini adalah apa yang disebutkan di dalam sebuah hadis yang lebih sahih dibandingkan sebelumnya, diriwayatkan oleh An-Nasāi dan Abu Dāud dan disahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dari Usamah bin Zaid, beliau berkata: “Aku berkata, “Wahai Rasulullah ﷺ, aku belum pernah melihatmu berpuasa (lebih banyak) dalam satu bulan dari bulan-bulan yang ada sebagaimana engkau berpuasa di bulan Syakban. Beliau menjawab, “Bulan itu adalah bulan yang dilalaikan manusia, yaitu bulan antara Rajab dan Ramadan, dan ia adalah bulan yang diangkat di dalamnya seluruh amalan kepada Rabb semesta alam, maka aku menginginkan amalanku diangkat ketika aku dalam keadaan berpuasa” (Lihat penjelasan kitab Fathul Al Bāri).

Demikian juga penjelasan dari Ibnul Qayyim, beliau berkata,

فإن عمل العام يرفع في شعبان كما أخبر به الصادق المصدوق أنه شهر ترفع فيه الأعمال فأحب أن يرفع عملي وأنا صائم

“Sesungguhnya amalan dalam setahun akan diangkat pada bulan Syakban sebagaimana yang diberitahukan oleh Nabi ﷺ. Dan ia adalah bulan diangkatnya amalan-amalan di dalamnya, dan aku suka amalanku diangkat Ketika aku sedang berpuasa” (Hasyiah Ibnul Qayyim, 12/313). Semoga artikel kali ini tentang “Mempersiapkan Diri Menuju Bulan Ramadan” bermanfaat.

Ditulis oleh Ustaz Muhammad Thalib, MA
Diambil dari website: mutiaradakwah.com
Share on print
Print Artikel

Berlanggan Artikel Mutiara Dakwah

Berlangganlah secara gratis untuk mendapatkan email artikel terbaru dari situs ini.

Cari Artikel

Generic selectors
Kata yang sama persis
Kata yang ada di judul
Kata yang ada di artikel
Filter Berdasarkan Kategori
Akhlak
Akidah
Al-Qur'an
Bahasa
Fatwa Ulama
Fikih
Hadis
Muamalah
Nasihat
Sirah
Tafsir
Tajwid

Cari Kategori

Artikel Terkait

6 Poin Penting Dalam Menuntut Ilmu
Muhammad Adam

Enam Poin Penting dalam Menuntut Ilmu

Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Rasulullah ﷺ bersabda: طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim”. (HR. Ibnu Majah, disahihkan oleh Syekh Al-Albani

Baca Selengkapnya »
Puasa di Bulan Syakban
Admin

Puasa di Bulan Syakban

Keutamaan Bulan Syaban Dari Usamah bin Zaid, ia berkata, “Aku bertanya, wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu berpuasa dalam sebulan seperti puasa di bulan Syakban”. Nabi ﷺ bersabda, ذَلِكَ شَهْرٌ

Baca Selengkapnya »

Stories

Apakah Anda Ingin Meningkatkan Bisnis Anda?

Tingkatkan dengan cara beriklan

Formulir anda berhasil dikirim, terimakasih

join mutiara dakwah

Subscribe agar anda mendapatkan artikel terbaru dari situs kami

join mutiara dakwah

Subscribe agar anda mendapatkan artikel terbaru dari situs kami

Tafsir Surah As-Shaff Ayat 1-4 Penyebab Turunnya Surah Al-Kahfi Tuntunan Penyembelihan Hewan Kurban Siapakah Wali-Wali Allah Itu? Anda Ingin Sukses? Persiapkan Diri Menghadapi Ujian Pengertian Riba dan Macam Macamnya Hukum Berkurban Secara Kolektif Imamah, Jemaah, Dan Sahabat Berkasih Sayang Dengan Binatang Tema-Tema Surah Al-Kahfi