Al-Khauf (Rasa Takut) Dan Ar-Rajā` (Berharap)

Rasa takut dan berharap

Hadis

Dalam sebuah hadis disebutkan,

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: لو يعلم المؤمن ما عند الله من العقوبة ما طمع بجنّته أحد, ولو يعلم الكافر ما عند الله من الرحمة ما قنط من جنّته أحد

Abu Hurairah raḍiyallāhu ‘anhu meriwayatkan bahwasa Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seandainya seorang mukmin mengetahui siksaan yang ada di sisi Allah, niscaya tidak akan ada satu pun dari mereka yang mengharap akan mendapat surga-Nya. Dan seandainya seorang kafir mengetahui kasing sayang yang disisi Allah, niscaya tidak akan ada satu pun dari mereka yang berputus asa untuk meraih surga-Nya.” (HR. Bukhari Muslim).

Dan dalam hadis lain disebutkan,

عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قال: قال النبي صلى الله عليه وسلم: الجنة أقرب إلى أحدكم من شراك نعله والنار مثل ذلك

Abdullah bin Mas’ud raḍiyallāhu ‘anhu berkata, Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Surga itu lebih dekat kepada kalian daripada tali sandalnya sendiri, dan neraka seperti itu pula.” (HR. Bukhari).

Biografi Perawi Hadis

Abu Hurairah Ad-Dausi

Abu Hurairah raḍiyallāhu ‘anhu adalah sahabat mulia. Nama beliau adalah Abdurrahman bin Sakhr Ad-Dausi. Beliau dijuluki sebagai Abu Hurairah (bapak anak kucing) karena beliau sering membawa anak kucing. Beliau masuk Islam pada tahun ketujuh hijriah, pada tahun penyerangan dan pembebasan kota Khaibar. Abu Hurairah pernah berkata, “Demi Allah! Tidaklah Allah menciptakan seorang mukmin pun yang mendengar tentangku kecuali ia akan mencintaiku.” (HR. Muslim)

Abu Hurairah termasuk salah sahabat yang punya hafalan kuat. Abu Hurairah pernah berkata, “Wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku mendengar banyak hadis darimu, akan tetapi aku sering lupa.” Kemudian Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bentangkanlah bajumu!” Aku pun membentangkan bajuku. Kemudian Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dekapkan ke dadamu!” Kemudian aku pun mendekapkan baju itu ke dadaku. Setelah itu, aku tidak pernah melupakan satu hadispun.” (HR. Bukhari)

Abu Hurairah adalah orang yang paling banyak meriwayatkan hadis dari kalangan sahabat. Hadis yang diriwayatkannya mencapai 5374 hadis. Di antara ibadahnya yang sering ia lakukan bersama dengan istri dan pembantunya adalah membagi malam menjadi tiga bagian, untuk bergantian melakukan salat malam. Salah satu dari mereka salat dan yang lain tidur, kemudian setelah itu dia membangunkan yang lainnya untuk bergantian salat. Ia juga sering melaksanakan puasa Senin dan Kamis. Ia meninggal dunia pada tahun 57 hijriah di kota Madinah.

‘Abdullāh bin Mas’ūd

Dialah adalah sahabat mulia yang bernama ‘Abdullāh bin Mas’ūd Al-Hużali. Beliau dijuluki Abu ‘Abdurraḥmān. Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda tentangnya, “Sesungguhnya satu kaki Abdullah lebih berat di timbangan pada hari kiamat dari gunug Uhud.” (HR.Ahmad)

Beliau termasuk orang yang pertama-tama masuk Islam di Makkah, dan juga orang yang pertama kali membacakan Al-Qur’an dengan suara yang keras di depan orang-orang kafir Makkah. Beliau pernah berhijrah dua kali (ke Habasyah dan Madinah), dan juga termasuk ke aabul Badr (orang-orang yang mengikuti perang Badar), serta selalu mengikuti semua peperangan bersama Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam.

Beliau adalah āhibun na’l (penjaga sandal) Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam. Jika Nabi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam berdiri ia memakaikan sandalnya, dan jika beliau duduk, ia memasukannya ke dalam lengan bajunya.

Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda tentangnya, “Semoga Allah merahmatimu, sesungguhnya engkau adalah anak kecil yang terdidik.” (HR.Ahmad dan Ibnu Ḥibbān)

‘Abdullāh bin Mas’ūd mempunyai suara yang bagus dalam membaca Al-Quran. Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda tentangnya, “Barangsiapa yang menyukai (ingin) membaca al-Quran denagn merdu sebagaimana ia diturunkan, maka hendaknya ia membacanya dengan bacaannya ibnu ummu ‘abd (salah satu julukan Abdullah bin Mas’ud).” (HR.Ahmad)

Ketika orang-orang sedang tertidur, beliau bangun dan membaca Al-Quran yang terdengar seperti dengungan lebah. Beliau meninggal pada tahun 32 hijriah di Madinah dan dikuburkan di pemakaman Baqī.

Istilah-Istilah

  • Al-Khauf (rasa takut) adalah rasa takut kepada Allah yang terdapat di dalam hati yang disertai pengagungan kepada-Nya, dan dengan merasakan kerendahan diri kita sendiri.
  • Ar-Rajā` (pengharapan) adalah berharap untuk mendapatkan kemuliaan dan karunia dari Allah.

Makna dan Faedah Yang Dapat Diambil Dari Hadis

  • Nabi Muhammad ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam memotivasi kita untuk meraih surga, dan sesungguhnya surga itu dekat bagi siapa saja yang taat terhadap perintah-perintah Allah dan Rasul-Nya. Beliau juga memberi peringatan kepada kita terhadap neraka, dan sesungguhnya neraka itu dekat bagi siapa saja yang bermaksiat dan menyelisihi perintah Allah dan Rasul-Nya.
  • Diantara amalan yang dapat mendekatkan kita ke surga adalah salat, puasa dan ibadah-ibadah lainnya. Adapun tindakan yang dapat menjauhkan diri kita dari surga adalah perbuatan-perbuatan haram, seperti: berbohong, mencuri, dan berkhianat.
  • Jangan pernah meremehkan amalan baik sekecil apapun, karena sesungguhnya jika seseorang melakukan kebaikan, dan dalam pandangan kita amalan itu nilainya ringan, tetapi bisa jadi amalan itu sangat baik di sisi Allah sehingga Dia akan merahmati pelakunya dan memasukkannya ke dalam surga.
  • Apabila seseorang meremehkan maksiat sekecil apapun, bisa jadi karena itu merupakan dosa kecil itu, akan tetapi dengan itu bisa jadi Allah akan mengazabnya. Bisa jadi seseorang masuk neraka karena satu kata yang diucapkannya. Sebagaimana diceritakan dalam hadis bahwa ada perempuan yang masuk neraka karena mengurung kucing hingga mati tanpa memberinya makan.
  • Orang yang terlanjur melakukan maksiat janganlah berputus asa dari rahmat Allah, justru bertaubatlah kepada-Nya dari maksiat telah dikerjakan, karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan rahmat-Nya sangatlah luas. Allah berfirman yang artinya, “Katakanlah, ‘Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu ber-putus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.’” (QS. Az-Zumar: 53).
  • Ar-Rajā` (pengharapan) yang tidak benar adalah apabila ada orang yang terlanjur bermaksiat kepada Allah, kemudian dia mengharapkan rahmat Allah tanpa mau bertaubat, maka ini adalah tipu daya.
  • Rasa takut yang sebenarnya (yang datangnya dari Allah dan bukan tipu daya semata) adalah rasa takut yang dapat menghalangi dan mencegah seseorang dari perbuatan-perbuatan yang haram. Ia tidak meninggalkan shalat, tidak berkhianat, tidak mencuri, tidak sombong, dan tidak berdusta, serta ia juga tidak bermaksiat kepada Allah karena ia takut kepada-Nya.
  • Mari kita mengukur diri kita masing-masing terkait Al-Khauf (rasa takut) dan Ar-Rajā (harap) terhadap rahmat Allah. Jangan sampai kita berputus asa dari rahmat-Nya. Tetapi mari tetap berusaha mendapatkan rahmat tersebut dan melawan hawa nafsu yang menguasai jiwa, dan jangan tertipu dengan karunia yang disediakan Allah sehingga kita tergoda untuk melaksanakan perbuatan maksiat.
  • Apabila rasa khauf (takut akan siksaan Allah) dan raja (pengharapan akan rahmat-Nya) terkumpul dalam diri seorang mukmin, maka Allah akan memberikan sesuatu yang ia harapkan, dan Allah juga akan melindunginya dari sesuatu yang ia takutkan.

Seberapa baik artikel ini?

Klik pada bintang untuk memberi peringkat!

Penilaian rata-rata 0 / 5. Jumlah suara: 0

Jadilah yang pertama menilai artikel ini.

Karena Anda menilai artikel ini bermanfaat ...

Mohon bagikan artikel ini!

Kami mohon maaf karena Anda tidak terlalu menyukai artikel ini!

Kami akan berusaha meningkatkan artikel ini

Bagaimana kami dapat meningkatkan artikel ini?

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar