Tafsir Surah Al-Hajj Ayat 25-29

5 menit waktu membaca

Daftar Isi

Ayat dan Artinya

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ ٱلَّذِى جَعَلْنَٰهُ لِلنَّاسِ سَوَآءً ٱلْعَٰكِفُ فِيهِ وَٱلْبَادِ ۚ وَمَن يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍۭ بِظُلْمٍ نُّذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

25. Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah dan Masjidilharam yang telah Kami jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di situ maupun di padang pasir, dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebahagian siksa yang pedih.

وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَٰهِيمَ مَكَانَ ٱلْبَيْتِ أَن لَّا تُشْرِكْ بِى شَيْـًٔا وَطَهِّرْ بَيْتِىَ لِلطَّآئِفِينَ وَٱلْقَآئِمِينَ وَٱلرُّكَّعِ ٱلسُّجُودِ

26. Dan (ingatlah), ketika Kami jelaskan kepada Ibrahim tempat Baitullāh (dan Kami katakan), “Janganlah kamu mempersekutukan sesuatupun dengan Aku, dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang tawaf, orang-orang yang beribadat, dan orang-orang yang ruku’ serta sujud.”

وَأَذِّن فِى ٱلنَّاسِ بِٱلْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ

27. Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus, yang datang dari segenap penjuru yang jauh,

لِّيَشْهَدُوا۟ مَنَٰفِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ فِىٓ أَيَّامٍ مَّعْلُومَٰتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلْأَنْعَٰمِ ۖ فَكُلُوا۟ مِنْهَا وَأَطْعِمُوا۟ ٱلْبَآئِسَ ٱلْفَقِيرَ

28. supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagiannya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.

ثُمَّ لْيَقْضُوا۟ تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا۟ نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا۟ بِٱلْبَيْتِ ٱلْعَتِيقِ

29. Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka, dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka, dan hendaklah mereka melakukan tawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullāh).

Makna Ayat Secara Umum

25. “Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah”, yaitu mereka yang menghalangi orang lain untuk masuk ke dalam agama Islam. “Dan Masjidilharam yang telah Kami jadikan untuk semua manusia”, maksudnya mereka menghalangi Rasulullah dan kaum muslimin pada tahun Ḥudaibiyah untuk masuk ke Masjidilharam, di mana Allah telah menjadikan masjid tersebut untuk semua kaum muslimin. “Baik yang bermukim di situ maupun di padang pasir”, maksudnya,masjid itu boleh dipakai oleh orang yang menetap dan orang yang datang ke sana. “Dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebahagian siksa yang pedih”, maksudnya siapa yang ingin berbuat maksiat di Masjidilharam, maka Allah akan memberikannya siksa yang pedih dan menyakitkan.

26. “Dan (ingatlah), ketika Kami jelaskan kepada Ibrahim tempat Baitullāh”, dan  ingatlah wahai Nabi Muhammad r ketika Allah menyiapkan dan menjelaskan kepada Nabi Ibrahim tempat Baitullāh, padahal waktu waktu itu belum di ketahui. Kemudian Allah berfirman kepada Nabi Ibrahim, “Janganlah kamu mempersekutukan sesuatupun dengan Aku.” Di sini Allah memerintahkan kepada Nabi Ibrahim untuk membangun Kakbah dengan ikhlas kepada-Nya, atas dasar takwa kepada Allah dan mentauhidkannya. “Dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang tawaf, orang-orang yang beribadah, dan orang-orang yang rukuk dan sujud.” Allah memerintahkan beliau untuk menyucikanlah Kakbah tersebut dari berbagai kotoran dan dosa, untuk siapapun yang beribadah kepada Allah dengan melaksanakan tawaf dan salat.

27. “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji”. Kemudian Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk memberitahukan kepada para manusia tentang kewajiban haji atas diri mereka, dan panggillah mereka untuk berhaji ke Baitullāh. Kemudian Nabi Ibrahim pun memanggil mereka, maka Allah pun memperdengarkan panggilan tersebut kepada penduduk bumi, bahkan sampai kepada orang-orang yang belum lahir pada saat itu, “niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus”. Manusia akan datang memenuhi seruan tersebut dengan berbagai keadaan, ada yang jalan kaki, dan ada juga yang mengendarai unta yang kurus. “Yang datang dari segenap penjuru yang jauh.” Unta-unta tersebut datang dari seluruh penjuru dan tempat yang jauh.

28. “Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka.” Allah menjelaskan bahwa kedatangan mereka melaksankan ibadah haji itu akan mendatangkan berbagai manfaat untuk mereka, seperti dosa-dosa mereka diampuni, mereka mendapatkan pahala atas ibadah yang mereka lakukan, mereka menapatkan keuntungan duniawi dari perdagangan mereka, dan berbagai manfaat lainnya. “Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak”. Kemudian, hendaklah mereka menyebut nama Allah ketika berkurban dengan unta, sapi, dan kambing pada hari-hari tertentu, yaitu pada tanggal 10 Zulhijah dan 3 hari setelahnya; sebagai rasa sukur kepada Allah atas nikmat tersebut. “Maka makanlah sebahagiannya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir”. Allah memerintahkan orang yang melaksanakan haji tersebut untuk memakan sebagian daging kurban yang mereka sembelih tersebut, dan sebagiannya lagi diberikan kepada orang yang sangat fakir.

29. “Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka.” Allah memerintahkan orang yang berhaji untuk segera menyelesaikan ibadah haji yang masih tersisa setelah menyembelih binatang ternak dengan bertahallul dan menyelesaikan ihram dengan cara membersihkan kotoran-kotoran yang ada pada badan mereka, memotong kuku-kuku, dan mencukur rambut mereka. “Dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka.” Kemudian Allah memerintahkan mereka untuk menyelesaikan kewajiban-kewajiban yang mereka wajibkan atas diri mereka terkait haji, umrah, dan penyembeliha hadyu. “Dan hendaklah mereka melakukan melakukan tawaf di sekeliling rumah yang tua itu (Baitullāh).” Dan hendaknya mereka tawaf di sekeliling Kakbah yang telah Allah bebaskan dari kekuasaan orang-orang kafir.

Beberapa Pelajaran Dari Ayat-Ayat di Atas

  1. Ancaman yang keras bagi mereka yang menghalangi manusia dari jalan Allah dan dari Masjidilharam.
  2. Masjidilharam adalah rumah Allah dan tempat yang disucikan untuk pelaksanaan ibadah haji dan umrah.
  3. Termasuk dari dosa yang paling besar adalah kezaliman dan maksiat yang direncanakan seseorang untuk dilakukannya di Masjidilharam
  4. Kewajiban untuk menyucikan rumah Allah dari berbagai bentuk kesyirikan dan maksiat, dan juga dari setiap yang kotoran yang akan mengganggu orang-orang yang sedang tawaf dan iktikaf.
  5. Besarnya keutamaan salat dan tawaf di Masjidilharam. Hadis dari Nabi menunjukkan bahwa siapa yang salat di tempat tersebut 1 kali salat, maka dituliskan baginya pahala 100 ribu kali salat.
  6. Kewajiban berusaha untuk melaksanakan haji bagi yang mampu, setiap orang tergantung pada kemampuannya.
  7. Di antara bentuk nikmat Allah yang terbesar, yang diberikan-Nya kepada Kita, yaitu kita diberi rezeki berupa hewan ternak, seperti unta, sapi, kambing; dan cara kita bersyukur atas rezeki tersebut adalah dengan menyembelihnya untuk mendekatkan diri kepada Allah, baik dalam bentuk hadyu maupun kurban, yang disembelih pada hari-hari penyembelihan.
  8. Kewajiban untuk mencukur rambut atau memendekkannya setelah melempar jumrah.
  9. Siapa yang telah berniat ihram untuk haji atau umrah, maka ia wajib menyelesaikannya ibadahnya tersebut, dan dia tidak boleh untuk memutus ihramnya sampai ia melaksanakan ibadahnya, karena Allah telah menjadikan hal tersebut seperti nazar.

Semoga Artikel Kali Ini Tentang “Tafsir Surah Al-Hajj Ayat 25-29” Bermanfaat

Ditulis oleh Ustaz Muhammad Thalib, MA
Diambil dari website: mutiaradakwah.com
Share on print
Print Artikel

Cari Artikel

Generic selectors
Kata yang sama persis
Kata yang ada di judul
Kata yang ada di artikel
Filter Berdasarkan Kategori
Akhlak
Akidah
Al-Qur'an
Bahasa
Fatwa Ulama
Fikih
Hadis
Muamalah
Nasihat
Sirah
Tafsir
Tajwid

Cari Kategori

Sosmed

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Tambahkan Komentar

Artikel Terkait

Tafsir Surah As-Shaff Ayat 7-9
Muhammad Thalib, MA

Tafsir Surah As-Shaff Ayat 7-9

Setelah sebelumnya kita membahas tafsir Surah As-Shaff pada ayat 1-4 dan juga tafsir Surah As-Shaff pada ayat 5-6, kali ini kita akan membahas tafsir Surah As-Shaff pada ayat 7 sampai

Baca Selengkapnya »
Tafsir Surah As-Shaff 5-6
Muhammad Thalib, MA

Tafsir Surah As-Shaff Ayat 5-6

Setelah sebelumnya kita membahas tafsir Surah As-Shaff pada ayat 1-4, kali ini kita akan membahas tafsir Surah As-Shaff pada ayat 5 dan ayat 6. Ayat dan Artinya وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ

Baca Selengkapnya »
Tafsir Surah As-Shaff 1-4
Muhammad Thalib, MA

Tafsir Surah As-Shaff Ayat 1-4

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abdullah bin Salam, ia menuturkan: “Kami pernah berembuk, siapakah di antara kalian yang bersedia datang kepada Rasulullah ﷺ untuk menanyakan kepada beliau tentang amal apakah ada

Baca Selengkapnya »

Apakah Anda Ingin Meningkatkan Bisnis Anda?

Tingkatkan dengan cara beriklan

Formulir anda berhasil dikirim, terimakasih

join mutiara dakwah

Subscribe agar anda mendapatkan artikel terbaru dari situs kami

join mutiara dakwah

Subscribe agar anda mendapatkan artikel terbaru dari situs kami

Mengkhatamkan Al-Qur`an Sebulan Sekali Pelajari Adab Sebelum Ilmu Kenapa Kita Harus Belajar Fikih Muamalat? Tata Cara Wudhu Yang Benar Pembagian Tauhid dan Maknanya Hukum Belajar Bahasa Inggris Kisah Rasulullah Hijrah Ke Madinah Mengajak Orang Lain Berbuat Baik, Tapi Lupa Diri Sendiri Hukum Hormat Kepada Bendera Hukum Bertawasul Dengan Amal Saleh Pengertian dan Contoh Mad Muttasil